PUPR Mataram Siagakan 200 Personel Antisipasi Genangan

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiagakan 200 personel untuk mengantisipasi adanya genangan akibat luapan air saluran selama musim hujan.

“Kami menyiagakan petugas pada sejumlah titik saluran, untuk menghindari terjadinya luapan air ke jalan atau bahkan ke permukiman penduduk,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman di Mataram, Senin.

Selain melakukan pengawasan terhadap sejumlah saluran yang rawan genangan, katanya, sebanyak 200 personel tersebut juga melakukan pengawasan pada aliran sungai dan pantai.

“Jadi petugas kami ini selama musim hujan siaga 24 jam untuk melakukan pengawasan dan pemantauan titik genangan agar tidak terjadi luapan air,” katanya.

Karena itu, dari hasil evaluasi sejumlah titik rawan genangan, seperti di Karang Buaya, Pagutan, mulai berkurang dan di depan Perpustakaan IKIP Mataram, saat ini sudah tidak terjadi lagi.

“Alhamdulillah, berkat kerja cepat petugas kami, titik-titik rawan genangan itu kini sudah mulai berkurang. Untuk di Karang Buaya, kadang meluap jika terjadi intensitas hujan lebat, lama dan merata karena kapasitas yang sudah tidak memungkinkan sehingga perlu dilakukan sodetan,” katanya.

Menurutnya, luapan air ke jalan terjadi karena adanya penumpukan sampah yang tertahan di gorong-gorong, sehingga menghambat aliran air ke muara.

“Ketika itu terjadi, petugas kami dengan sigap mengangkat sampah agar aliran air bisa kembali normal. Kegiatan normalisasi juga tetap kami lakukan,” katanya.

Khusus genangan di Lingkungan Karang Panas, Ampenan, kata Miftahurrahman, dipicu karena kondisi topografi wilayah yang lebih rendah dari air laut.

“Jadi, untuk membuang air di Karang Panas memungkinkan ke arah utara, tapi itu membutuhkan anggaran besar,” katanya. (Ant)