Ratusan Hektare Tanaman Tembakau Rusak, Pemda Tak Bisa Bantu Petani

Dua orang petani di Lombok Tengah sedang menyemprotkan cairan yang diharapkan bisa menyelematkan tanaman tembakaunya, Rabu (30/6/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sekitar 250 hektare tanaman tembakau milik petani di Kabupaten Lombok Tengah dipastikan rusak. Ini disebabkan karena tanaman tembakau itu diguyur hujan yang terjadi beberapa hari lalu.

“250 hektare total secara keseluruhan yang rusak karena anomali iklim. Karena di (bagian) utara tidak kena (rusak),”kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zainul Arifin, Rabu (30/6/2021) di Praya.

Menurutnya, luas tanaman tembakau yang mengalami kerusakan tersebut hanya sedikit dibandingkan areal tanaman pertanian yang tidak mengalami kerusakan.

Disebutkan, luas tanaman tembakau pada musim tanam kali ini yakni 9.077 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan. Yang paling luas ada di Kecamatan Praya Timur seluas 3.849 hektare dan Kecamatan Janaparia 3.167 hektare.

Adapun kecamatan Praya Tengah 289 hektare, kecamatan Kopang 355 hektare, Praya 116 hektare, Batukliang 38 hektare, Praya Barat 334 hektare dan kecamatan Pujut 929 hektare.

“Kalau melihat kondisi sekarang, kalau di bagian utara, tengah seperti di Kopang, Praya Timur dan Janparia kondisinya relatif aman,”katanya.

Tanaman tembakau yang mengalami kerusakan ini merupakan tanaman tembakau yang masih kecil dan rata-rata berada di dua kecamatan yakni kecamatan Pujut dan Praya Barat.

“Karena intensitas hujan lebih banyak di selatan. Karena hujan ini sekarang tidak merata,”ujarnya.

Petani yang tanaman tembakaunya mengalami kerusakan dipastikan akan merugi. Pemerintah, lanjutnya belum bisa memberikan bantuan karena anggaran tidak ada.

“Tapi belum juga dipastikan kondisinya ke depan akan seperti apa karena masih akan didiskusikan dulu (soal anggaran),” imbuhnya.

Sementara untuk kartu asuransi tani, sejauh ini tidak ada yang diperuntukkan bagi komoditas tembakau. Asuransi tani yang ada untuk tanaman padi dan jagung.