Rayakan Lebaran Topat di Jembatan Rusak, Warga Pemoles Disambangi Gubernur

114
Gubernur NTB, Zulkiflimansyah saat tiba di jembatan Dusun Pemoles (9/5/2022) (Inside Lombok/Fahri)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Masyarakat Dusun Pemoles Desa Batu Jangkih Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah punya cara tersendiri merayakan lebaran topat. Sebagai lokasi utama, dipilih jembatan Pemoles yang sudah bertahun-tahun terputus hingga tidak bisa diakses masyarakat dan siswa yang bersekolah.

Hal tersebut membuat perayaan lebaran topat di Dusun Pemoles berbanding terbalik dengan kemeriahan perayaan lebaran topat yang digelar Pemda Lombok Tengah di Desa Lantan Kecamatan Batukliang, sebagai rangkaian peresmian sirkuit motocross.

Kepala dusun Pemoles, Anwar menuturkan jembatan Pemoles telah dibangun 2018 silam. Namun tidak bertahan lama karena diterjang banjir.

“Dibangun oleh BPBD. Namun setelah enam bulan terputus, sejak itu tidak pernah diperhatikan kembali,” ujarnya.

Diterangkan, Wakil Bupati Loteng memang sempat berkunjung dan menjanjikan perbaikan segera untuk akses penghubung Desa Montong Sapah dan Desa Batu Jangkih tersebut. “Namun sampai sekarang belum ada kejelasan lagi,” lanjutnya.

Ketua LSM Fakta RI, Muhanan menerangkan perayaan lebaran ketupat di jembatan Pemoles sengaja diinisiasi oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat bersama warga. Menurutnya, hal itu agar kerusakan jembatan yang telah bertahun-tahun terbengkalai dapat segera mendapat perhatian pihak terkait.

Hasilnya, Gubernur NTB bersama jajaran terkait pun datang mengikuti perayaan lebaran topat di lokasi tersebut. “Pak Gubernur NTB dan kepala Dinas PUPR NTB hadir bersama kami, semoga jembatan ini segera diperbaiki untuk kelancaran aktivitas masyarakat,” ujar Muhanan.

 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang datang beserta sejumlah kepala dinas untuk mengikuti perayaan lebaran topat di Dusun Pemoles pun menyatakan pihaknya tidak ingin menjanjikan perbaikan jembatan. Namun hal itu akan diupayakan oleh pihaknya.

Dia juga meminta agar persoalan ini tidak hanya dipandang sebagai urusan pemerintahan kabupaten, meskipun Dusun Pemoles merupakan kewenangan Pemda Lombok Tengah. “Kepala Dinas PUPR provinsi tinggal komunikasi dengan Dinas PU kabupaten. Kalau dikeroyok ramai-ramai pasti bisa ditangani,” ujar Gubernur saat merayakan lebaran ketupat bersama warga di bawah terpal.

Menurutnya, pembangunan jembatan Pemoles harus dicari jalan keluarnya secara bersama-sama. Meski di satu sisi, Gubernur sendiri sempat terpeleset saat menyebrangi sungai di bawah jembatan rusak tersebut. (fhr)