29.5 C
Mataram
Kamis, 20 Juni 2024
BerandaBerita UtamaRealisasi Investasi NTB Tembus Rp7,8 Triliun di Awal 2023, Apa Dampak untuk...

Realisasi Investasi NTB Tembus Rp7,8 Triliun di Awal 2023, Apa Dampak untuk Masyarakat?

Mataram (Inside Lombok) – Realisasi investasi di NTB di triwulan I 2023 tembus hingga Rp7,8 triliun. Capain di awal tahun ini, terhitung mulai Januari-Maret baru pertama kali terjadi, karena didukung beberapa sektor investasi yang mulai bergerak.

“Jadi kita pada 2023 di NTB ini triwulan I, Januari, Februari, Maret. Selama 3 bulan, itu berputar anggaran seluruh sektor yang ada di NTB mencapai Rp 7,8 triliun,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Muhammad Rum, Senin (22/5).

Dirincikan, realisasi investasi di triwulan I 2023 sebesar Rp7,8 triliun, sektor ESDM tertinggi sebesar Rp3,3 triliun, disusul sektor pariwisata Rp2,8 triliun, dan diikuti sektor perindustrian Rp911 miliar. Angka realisasi investasi di awal tahun 2023 ini capaiannya telah melampaui APBD NTB.

“Ini fresh money (Rp7,8 triliun), ini yang bergerak dan terbelanjakan oleh investor. Angka Ini kan sudah melampaui ABPD setahun,” tutur Rum. Meski nilainya besar, pertanyaan terkait dampak langsung investasi tersebut kepada masyarakat diakuinya mungkin saja muncul. Pasalnya, seluruh investasi yang dimaksud masih pada tahap konstruksi.

- Advertisement -

“Smelter di Sumbawa Barat, kemudian yang ada pengembangannya ITDC dan beberapa tempat lain. Yang mendapatkan dampak langsungnya karena ini konstruksi, tentunya di jasa konstruksi seperti kontraktor, para tukang, mandor itu,” jelasnya.

Selain itu, yang merasakan dampaknya adalah berputarnya logistik, seperti sektor makan minum, serta transportasi angkutan. Namun ke depannya realisasi investasi di NTB diharapkan memberi dampak bagi semua masyarakat ketika pembangunan yang dilakukan investor sudah selesai dan mulai beroperasi.

“Makanya banyak orang mengatakan uang Rp7,8 triliun, tapi kenapa masyarakat tidak merasakan? Kan uang itu bukan di bagi ke masyarakat kaya BLT, tapi dipakai untuk pembangunan konstruksinya,” ungkapnya.

Sementara itu, dari realisasi triwulan I 2023 sebesar Rp7,8 triliun, terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp6,3 triliun dan penanam modal asing (PMA) Rp1,4 triliun. Sedangkan realisasi paling besar di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat Rp3,4 triliun, kemudian Lombok Tengah Rp2,1 trilun dan Kabupaten Sumbawa Rp556 Miliar.

“Target kita Rp22,8 triliun pada 2023, triwulan I sudah Rp7,8 triliun. Kalau kita bisa jaga di angka Rp6 sampai 7 triliun setiap triwulan, maka terpenuhi target itu,” ucapnya.

Untuk mencapai target hingga akhir 2023 ini, banyak potensi yang bisa digenjot. Seperti rencana investasi kereta gantung yang saat ini tengah berjalan. Sehingga ada kantong-kantong cadangan untuk menambah realisasi investasi di NTB.

Kemudian ada juga pembangunan hotel berbintang di wilayah Mekaki, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Begitu juga PT. ESL di Sekaroh, Lombok Timur, sudah berjalan dan masalah lahan sudah clean and clear.

“Ada juga di Sumbawa, adanya di Lunyuk, ada pabrik tepung tapioka, ada pelabuhan niaga di Santong, kemudian di Bima pembangunan resort di Gili Bangka dan Pulau Kelapa. Ini menjadi target kita,” pungkasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer