Revitalisasi Saluran Irigasi Harus Jadi Atensi dalam Pelebaran Jalan Kediri

Lombok Barat (Inside Lombok) – Wakil ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha yang juga sebagai warga Kediri turut bersuara menyampaikan keluhan dan kekhawatiran yang selama ini mencuat di tengah masyarakat. Lantaran dalam rancangan pelebaran dan penataan Jalan Raya Kediri itu tidak diikuti dengan revitalisasi saluran irigasi dan pembangunan trotoar di kawasan itu.

“Seharusnya kan setiap pembangunan itu harus dibarengi dengan perencanaan yang komperhensif. Artinya pembangunan juga harus dibarengi dengan sarana dan prasarana penunjang” tegas Adha, belum lama ini.

Karena menurutnya, dalam suatu proses penataan, harus ada keseimbangan antara pembangunan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Termasuk pembangunan trotoar dan saluran irigasi yang dikhawatirkan masyarakat bila tidak menjadi perhatian, justru dikemudian hari bisa menyebabkan banjir. Terlebih kondisi saluran di kawasan itu diakuinya memang buruk.

“Kondisi saluran irigasi yang tidak tertata menjadi kekhawatiran serius masyarakat. Seperti ketika hujan deras belum lama ini, banyak rumah warga yang terendam luapan air” beber dia.

Ia pun merasa sejauh progres pembangunan jalan ini berjalan, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan tersebut. Namun, saat proses pembangunan jalan raya tersebut mulai berjalan, pihaknya justru mendapat banyak keluhan atas kerisauan yang dirasakan masyarakat setempat.

“Selama ini dalam proses perencanaan saya tidak pernah dilibatkan, entah itu Pemda maupun kecamatan” ungkap politisi perempua asal Kediri ini.

Sehingga sebagai wakil rakyat dan juga sebagai warga Kediri, dirinya meminta pemerintah menjadikan kekhawatiran masyarakat ini sebagai sebuah atensi.

“Sekalipun ini adalah proyek provinsi, tapi kabupaten juga memiliki kewenangan untuk menyiapkan sarana dan prasarana. Oleh karena itu kami berharap pemerintah dapat memberikan apa yang menjadi hak masyarakat” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Lobar, H. Baehaqi menyebut bahwa perencanaan pembangunan jalan raya Kediri itu telah melalui kajian yang matang. Baik oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten. Di mana rencana awal proyek itu hanya untuk pelebaran jalan, namun kini rencananya akan dibangun menjadi dua jalur.

“Ini adalah sebuah progres, awalnya hanya akan dilebarkan. Tapi ini kan dibangun jadi jalur dua, walaupun masih belum maksimal” aku Baehaqi.

Sehingga, kata dia, Pemkab Lobar dalam hal ini juga akan membangun sarana dan prasarana penunjang. Sembari menunggu proses penataan jalan raya yang dilakukan provinsi tersebut rampung. Tidak hanya, persoalan penataan trotoar dan revitalisasi saluran irigasi. Tetapi juga, lanjut Baehaqi, Pemkab akan membangun pusat kuliner (foodcourt) serta tugu yang akan menjadi ikon Kediri kota santri.

“Sebetulnya ini karena persoalan anggaran saja, jadi kami akan tetap memprioritaskan ini untuk tahun 2022” pungkas Sekda Lobar ini.

Sumber gajah mk