Ribuan Wisatawan Berlibur di Tiga Gili, Pariwisata Hidup Kembali

672
Beberapa wisman yang mengunjungi Gili Trawangan belum lama ini (Inside Lombok/Devi)

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pariwisata di kawasan Tiga Gili (Trawangan, Meno, Air) mulai menggeliat, terlihat dari banyaknya kunjungan wisatawan baik lokal, domestik, maupun wisatawan mancanegara (Wisman). Setiap harinya sekitar 1500 orang wisatawan datang ke Tiga Gili, sehingga tingkat hunian kamar hotel ikut melonjak.

“Sekarang tingkat okupansi rata-rata boleh kita bilang 85 persen Agustus ke atas, dan saya yakin tingkat kunjungannya akan meningkat,” kata Ketua Gili Hotel Asosiasi (GHA), Lalu Kusnawan, Rabu (3/8).

Posisi terakhir sampai dengan 30 Juli kemarin ada sebanyak 1500 kunjungan wisatawan di Tiga Gili. Jika di Agustus ini diyakini dalam sehari bisa 2000 orang wisatawan datang.

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Tiga Gili di dominasi oleh wisman yang datang dari Bali menggunakan kapal cepat . Di mana wisatawan yang datang ini ada yang pergi dan menginap.

“Kalau Agustus ini saya yakin 2000-an (wisatawan) per hari. Kemarin perkiraan saya yang ada di Gili itu sekitar 2000-2500 orang karena kondisi ramai. Ini kan high season sampai September,” ungkapnya.

Wisman dari Bali yang datang menggunakan kapal cepat ini sangat banyak, bahkan hampir 90 persennya merupakan kunjungan wisman. Sedangkan sisanya lokal dengan domestik.

Kusnawan mengatakan, jika berbicara kapal cepat apalagi sekarang yang banyak ke tiga Gili menjadi kesempatan baik. Karena masih tingginya harga tiket pesawat, sehingga banyak wisatawan beralih menggunakan transportasi lain.

“Jadi orang memilih jalur laut, satu-satunya adalah kapal cepat. Itu yang harus kita manfaatkan, dan sekarang penyumbang jadi promotor perekonomian itu tiga Gili, untuk detik ini ya,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini harus dijaga karena berimbas juga ke daerah pariwisata lain di NTB. Pasalnya tidak mungkin hanya ke Gili saja para wisatawan berkunjung, melainkan ke destinasi-destinasi wisata lainnya yang di Lombok, bahkan hingga ke Sumbawa juga. Selama pemeliharaan destinasi wisata tersebut terjaga dengan baik oleh semua pihak

“Anggap saja sekarang 1000 orang datang ke Gili setiap hari, tidak mungkin dia hanya mengunjungi Gili saja. Kuta Mandalika, pasti mereka ke sana, begitu juga ke Sumbawa,” tuturnya.

Saat ini properti yang sudah beroperasional di Tiga Gili sekitar 80 persen. Tetapi di Agustus bisa dibilang 100 persen sudah operasional. Sekarang ini di kawasan tiga Gili masih belum pulih dari dampak Covid-19 dua tahun belakangan. Karena kalau berbicara investasi selama dua tahun sempat terhenti, hanya saja sekarang ini dalam situasi pemulihan.

“Proses recovery dan ini cukup siginifikan dari Maret itu lonjakannya cukup tinggi seperti ada ledakan kunjungan wisatawan. Bukan dari sedikit sedikit, dia itu perubahannya naik banget. Ini yang mungkin tidak kita sangka-sangka kunjungan wisatawan,” ucapnya.

Ditegaskannya sekarang tidak boleh mengulang lagi kesalahan atau kekeliruan lagi, yang tahun lalu dijadikan sebagai pelajaran. Sudah saatnya sesegera mungkin perbaiki kesalahan yang ada di destinasi pariwisata. Bukan hanya berbicara soal Tiga Gili tetapi NTB juga.

“Konsep integration tourism destination yang dikembangkan oleh Pak Menteri Pariwisata itu cukup baik. Jadi bagaimana membuat konsep destinasi pariwisata yang terintegrasi. Hal ini banyak sekali yang terintegrasi dari sisi transportasi, informasi, promosi itu banyak yang harus kita pikirkan,” jelasnya. (dpi)