Perbaikan Rumah Korban Perselisihan di Mareje Sempat Terkendala Ongkos Tukang

32
Warga bersama Pemda beserta aparat TNI-Polri gotong royong membersihkan rumah warga yang terdampak konflik (Inside Lombok/dok)

Lombok Barat (Inside Lombok) – BPBD Lobar klaim pembangunan rumah korban perselisihan di Desa Mareje yang sempat terhenti beberapa waktu lalu telah kembali dilanjutkan. Sebelumnya, pembangunan kembali rumah korban terkendala terbatasnya biaya untuk membayar tukang.

“Cuma memang kemarin sempat terkendala karena hutang, ongkos tukang, dan kami berupaya untuk membayar,” ungkap Kalak BPBD Lobar, Mahnan saat dikonfirmasi, Rabu (03/08/2022).

Ia pun mewajarkan terkait banyaknya pihak yang terus menyoroti perkembangan perbaikan rumah korban di Mareje. Pemda pun diakuinya akan segera menuntaskan perbaikannya. “(Targetnya) selama proses berjalan, dari sisi progres ya kita tuntaskan,” ujarnya.

Saat ini BPBD Lobar pun telah mengajukan kelanjutan pembiayaan ke pihak BPKAD. Bahkan saat ini, progres perbaikannya disebut tinggal sedikit, dan sudah masuk dalam tahap pengecatan rumah yang harus disesuaikan dengan keinginan pemilik rumah.

“Karena ada request dia (pemilik rumah) minta cat putih, itu yang kita akomodir. Kita sesuaikan dengan rencana yang sudah kita usulkan ke BPKAD,” terangnya.

Ketika dimintai tanggapan soal keinginan pemilik rumah yang berharap perbaikan rumahnya dapat dikembalikan seperti semula. Mahnan menyebut, bahwa itu hanya untuk salah satu rumah yang kerusakannya paling parah.

“Kalau lima rumah yang lain justru progresnya lebih bagus dari yang kemarin. Contoh, yang awalnya tidak diplester sekarang diplester. Dari sisi kusen, lebih bagus yang sekarang,” bebernya.

Sebelumnya, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menegaskan bahwa perbaikan rumah warga Mareje harus dipercepat. “Iya lah (harus dipercepat), kasihan orang. Yang begini ini kan sebenarnya hanya tinggal keluwesan aja sebenarnya,” tandas dia. (yud)