Rumah Pasien Isolasi Mandiri di Mataram Akan Ditempelkan Stiker

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi menunjukkan contoh stiker yang ada di layar android (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Untuk memaksimalkan pengawasan terhadap pasien yang isolasi mandiri, Dinas Kesehatan Kota Mataram akan menempelkan stiker di masing-masing rumah pasien.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi kepada media Rabu (4/8) di Mataram. Ia mengatakan, pemasangan ini mulai dilakukan Agustus ini.

Upaya ini dilakukan agar pasien yang melakukan isolasi mandiri tetap mendapatkan pelayanan. Selain itu, tetangga pasien juga mengetahui sedang ada isolasi mandiri di lingkungannya.

“Sudah 1 Agustus toh. Jangan sampai mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan informasi. Jika yang isolasi mengeluhkan paduk pilek bisa segera hubungi nomor yang tertera,” kata Usman.

Pada penempelan stiker informasi ini akan tertera nama pasien dan juga nama dan nomor telpon baik dokter, perawat atau bidan yang akan melakukan pengawasan. Sehingga jika ada gejala mendesak harus tertangani bisa langsung menghubungi nomor bersangkutan.

“Nanti nakes yang bertanggung jawab terhadap pasien yang isolasi mandiri bisa dari dokter, perawat bisa juga bidan gitu. Bisa juga kalau telpon 119 bisa langsung dijemput,” katanya.

Usman membantah jika penempelan stiker ini terlambat direalisasikan. Karena sistem yang diterapkan sebelumnya yaitu sudah ada komunikasi langsung antara pasien dengan dokter. Sementara orang-orang yang ada dilingkungannya tidak menetahui kondisi tetangganya.

“Saat ini saya belum tahu yang sudah ditempel. Tapi semua pasien yang isolasi mandiri akan ditempelkan informasi bahwa sedang melakukan diisolasi,”ungkap Usman.

Untuk diketahui, jumlah tambahan pasien baru di Kota Mataram per 3 Agustus 2021 yaitu sebanyak 27 orang dan 96 dinyatakan sembuh. Sehingga total kasus Covid-19 di Kota Mataram yaitu sebanyak 5.564 orang. Dari jumlah ini sebanyak 427 sedang menjalani isolasi, 4.950 dinyatakan sembuh dan 187 meninggal.