Sekolah Rusak di Loteng Ini Bertahun-tahun Tak Diperbaiki Pemda

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sebagian besar ruang kelas di Sekolah Satu Atap (satap) yang berada di Torok Aik Belek Desa Montong Ajan Kecamatan Praya Barat Daya, kondisinya memprihatinkan.

Selain tidak ada atap, tembok di salah satu ruang kelas juga sudah roboh. Kaca jendela juga sudah tidak ada. Ada juga tembok kelas yang masih utuh namun sudah lapuk. Sehingga berpotensi untuk roboh kapanpun.

Ironisnya, kalau ada kegiatan pariwisata skala nasional di Montong Ajan, sekolah tersebut ditutupi agar tidak terlihat wisatawan.

Kepala sekolah Satap Torok Aik Belek, Mekar menuturkan, kerusakan ruang kelas SMP Torok Aik Belek sudah terjadi sejak tahun 2016 lalu.

Dirinya sudah berulangkali menyampaikan hal ini kepada pemerintah daerah namun sampai sekarang tidak ada tindakan.

“2016 susah rusak. Sudah usulan dua kali sampaikan ke Kadis. Kadis katakan akan tindaklanjuti tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,”sesalnya.

Dikatakan, proses belajar mengajar untuk jenjang SD saat ini tetap berlangsung. Jumlah siswa di sekolah itu sebanyak 84 orang. Namun, proses belajar mengajar juga dilakukan di musala belakang sekolah karena ruang kelas tidak cukup.

“Kadang dilakukan di masjid karena di belakang sekolah ada masjid,”katanya.

Dulunya siswa SMPN 8 Praya Barat Daya di satap tersebut juga cukup banyak. Namun siswa pindah ke sekolah lain karena kondisi bangunan sekolah tidak layak. Sehingga jenjang SMP di satap tersebut juga terpaksa ditutup.

“Polanya dari tahun 2015 sudah ada siswa SMP. Tapi karena kurang nyaman akhirnya pindah ke sekolah lain. Sehingga sekarang hanya SD,”imbuhnya.

Dia berharap kepada Pemda Lombok Tengah memperhatikan sekolah yang berada di objek wisata tersebut, baik dalam bentuk perbaikan bangunan sekolah maupun bantuan buku-buku pelajaran.

“Karena di Torok ini adalah wilayah wisata akan beroperasi hotel dan lainnya,”katanya.

Dia juga menyinggung mengenai perhatian pelaku wisata di lokasi tersebut. Dia mengaku sudah beberapa kali mengajukan
proposal bantuan dana ke hotel maupun vila yang ada di sana. Namun tidak ada satupun yang merespon.

“Dari perusahaan masih belum ada meski sudah ajukan proposal baik itu hotel seperti amara, vila. Tapi masih belum ada respon,”katanya dengan wajah sendu.

Menanggapi hal itu, PLT Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, H.Lalu Idham Khalid mengaku menyayangkan ada sekolah di Lombok Tengah yang kondisinya tidak layak.

“Padahal Pak Jumadi (Kabid SMP Disdik Loteng) banyak sekali anggarannya dari pusat. Mestinya itu yang jadi perhatian,”katanya.

Disebutkan, tahun ini Dinas Pendidikan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk jenjang SD Rp16 miliar sedangkan jenjang SMP sekitar Rp9 miliar.

“Kalau anggaran itu kita sisihkan sedikit kan selesai dia (masalah sekolah rusak). Padahal itu yang rusak sudah lama,”katanya.

Dinas Pendidikan, lanjutnya, seharusnya sering turun dan melihat sekolah-sekolah yang tidak difungsikan untuk diperbaiki.