Semua Sampah Tercampur, Limbah Lindi TPA Kebon Kongok Belum Bisa Dibuang Bebas

Kolam pembuangan limbah lindi yang ada di TPA Kebon Kongok. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Ratusan ton sampah yang dibuang ke TPA Regional Kebon Kongok sejak puluhan tahun yang lalu sebelumnya tidak dikelola dengan maksimal. Pemilahan sampah pun baru mulai dilakukan dan diproses tahun ini, sehingga limbah lindi yang dihasilkan dari tumpukan sampah tersebut juga tidak bisa dibuang langsung ke sungai.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Firmansyah mengatakan limbah lindi yang dihasilkan seharusnya tidak berbahaya jika hanya bersumber dari sampah organik. Bahkan untuk memastikan lindi yang dihasilkan terkumpul di satu tempat, sudah ada pompa yang terpasang.

“Jika sudah terpilah, yang organik kemudian bisa dikelola secara mandiri di sumbernya masing-masing, nggak akan ada lindi sebenarnya. Kenapa sekarang lindi “berbahaya” karena bercampur semua sampah di situ, dan itu ada pompa untuk memastikan tidak merembes ke jalan dan sungai tapi masuk ke kolam,” katanya.

Menurutnya, jika sekarang limbah lindi menyebabkan pencemaran maka harus ada kajian yang mendalam. Karena saat ini posisi kolam limbah lindi ada di di Kawasan TPA Regional Kebon Kongok. Jika terjadi pencemaran terhadap air sumur masyarakat sekitar, maka harus ada pengujian apakah kandungan limbah lindi juga ada dalam air sumur tersebut.

“Maka harus dibuktikan, dan masyarakat harus ada angka sebelum TPA. Angka itu berarti tahun 1991,” katanya. Tahun 2023 mendatang, TPA yang baru akan mulai dimanfaatkan.

Limbah lindi dikatakan Firman akan ditangani dengan maksimal. Di mana, limbah lindi yang dihasilkan rencana akan dibuang badan air. Namun sebelum dibuang bebas akan diuji terlebih dahulu dengan mengalirkannya ke kolam ikan. Jika ikan-ikan tersebut tidak mati maka limbah lindi yang dihasilkan juga tidak berbahaya.

“Itu yang sedang diupayakan. Makanya nanti arahnya jadi ekolindi. Ini akan terpenuhi jika kemudian sampah itu terpilah. Nanti ujungnya itu akan dibuat kayak kolam ikan. Hanya untuk memberikan kepastian ikan saja hidup,” katanya.

Ditegaskan, pemilahan sampah ini harus dilakukan maksimal sehingga dampak lingkungan yang ditimbulkan bisa diminimalisir. “Nanti di kolam lindi yang baru bahkan ada indikator biologinya,” katanya. (azm)