Tahun Depan Anggaran Bantuan Kelompok Disabilitas di Mataram Meningkat Jadi Rp400 Juta

Paket sembako yang didistribusikan Dinas Sosial kepada penyandang disabilitas (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Tahun 2023 mendatang, alokasi anggaran untuk bantuan penyandang disabilitas di Kota Mataram mencapai Rp400 juta. Jumlah ini terjadi peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya puluhan juta.

Jabatan fungsional disabilitas pada Dinas Sosial Kota Mataram, Zulfa Nur Azizah mengatakan anggaran ratusan juta untuk bantuan untuk penyandang disabilitas tersebut akan diperuntukkan pembagian sembako. Alokasi anggaran di 2023 mendatang memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang bisa digunakan untuk pelatihan.

“Kalau dulu Dinas Sosial bisa pelatihan, tapi kalau sekarang itu nutrisi, kesehatan dan tidak ada lagi pelatihan keterampilan,” katanya. Peningkatan alokasi bantuan bagi penyandang disabilitas ini untuk mencapai standar pelayanan minimal (SPM). “Ini kan amanah undang-undang. Kalau setiap tahun ini paling Rp50 juta dan tahun depan itu Rp400 juta,” lanjut Zulfa.

Seperti di 2022 ini, Dinas Sosial Kota Mataram membagikan berupa sembako bagi para penyandang disabilitas. Pada Desember ini bantuan yang disalurkan sebanyak 400 paket sembako yang tersebar di enam kecamatan. “Di masing-masing kecamatan itu ada 75 dan 50 penyandang disabilitas. Jadi 400 itu kita bagi enam kecamatan,” ujarnya.

Jumlah penyandang disabilitas di Kota Mataram sebanyak 1.383 orang. Seribuan warga yang berkebutuhan khusus ini sudah dibagikan bantuan secara bertahap dan dipastikan disebar secara merata. “Alhamdulillah dengan adanya paket ini semua penyandang disabilitas ini pernah mendapatkan pelayanan,” katanya.

Bantuan yang disebar Dinas Sosial kepada para penyandang disabilitas ini dikhususkan bagi yang tidak terakomodir bantuan melalui PKH atau BPNT. “Sudah dapat bantuan. Tapi mungkin ini hanya sekali saja yang diberikan. Tahun depan lagi,” ujar Zulfa.

Adapun isi sembako yang diberikan yaitu seperti mie, beras, minyak dan biskuit dengan nilai bantuan sebesar Rp245 ribu. “Ini didistribusikan oleh pendamping kalau tidak mampu ke kelurahan,” ucapnya.

Anggaran untuk penyaluran bantuan ini bersumber dari APBD Perubahan Kota Mataram sebesar Rp88 juta. Tahun ini tidak saja sembako, tapi juga sandang berupa pakaian seragam bagi anak-anak sekolah. “Ini ada 40 paket seragam. Kita bagikan juga Desember ini,” pungkas Zulfa. (azm)