Tekan Angka Kecelakaan, Masyarakat Perlu Tingkatkan Kesadaran Berlalulintas

Suasana penyusunan renstra FLLAJ NTB yang berlangsung selama dua hari, di Mataram. (Inside Lombok/Linggauni)

Mataram (Inside Lombok) – Sejak Januari hingga 09 April 2019 ini, sudah ada 501 kecelakaan lalu lintas di NTB. Sebanyak 125 diantaranya meninggal dunia akibat kecelakaan itu. Sisanya luka berat dan luka ringan.

Hal ini tentu saja menunjukkan adanya persoalan di tengah-tengah masyarakat dalam berlalulintas. Sehingga perlu menanamkan nilai-nilai ketaatan berlalulintas bagi semua orang.

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) NTB bersama stakeholder terkait telah melakukan penyusunan renstra (rencana strategis) untuk lima tahun kedepan. Harapannya agar ketaatan masyarakat terhadap lalu lintas semakin meningkat.

“Kita perlu untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bahwa menaati peraturan lalu lintas ini sangat penting, apalagi angka kecelakaan ini bisa dibilang masih memprihatinkan,” ujar Ketua Pokja FLLAJ NTB, I Wayan Suteja, Selasa (09/04/2019).

Penyusunan renstra itu diikuti oleh puluhan peserta, beberapa diantaranya dari FLLAJ masing-masing daerah, perwakilan media, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan perwakilan dari kaum disabilitas.

Beberapa hal yang dibahas diantaranya tentang pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ketaatan berlalulintas lintas. Selain itu, juga perlu untuk meningkatkan sarana dan prasarana di jalan oleh Pemerintah. Termasuk menyiapkan akses bagi disabilitas dan orang tua.

“Ini tugas kita bersama. Kesadaran berlalulintas ini sangat penting demi keselamatan pengendara dan orang-orang yang menggunakan fasilitas jalan,” ujarnya.

Penyusunan renstra itu dilakukan selama dua hari, yaitu pada 08-09 April 2019. Hasil dari penyusunan renstra ini akan menjadi acuan dalam program-program yang akan dilakukan oleh FLLAJ dalam meningkatkan kesadaran berlalulintas pada masyarakat.