Tim Gugus Mataram Telusuri Penyebaran COVID-19 di Cakranegara Barat

Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra. (Inside Lombok/ANTARA/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat melakukan penelusuran kontak penyebaran virus corona baru di Kelurahan Cakranegara Barat, setelah enam orang terkonfirmasi positif COVID-19, pada waktu yang sama yang ternyata satu keluarga.

Anggota Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram yang juga Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra di Mataram, Selasa, mengatakan dengan telah terkonfirmasi enam orang positif di Lingkungan Panaraga, Kelurahan Cakranegara Barat, maka hari ini tim gugus akan melakukan penelusuran kontak.

“Tapi, tim terlebih dahulu akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan setelah satu atau dua jam barulah kita melakukan penelusuran kontak dan dilakukan rapid test (tes cepat),” katanya.

Sebanyak enam warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 pada Senin (4/5) yang satu keluarga itu, pasien nomor 271 inisial MS, nomor 272 inisial ZH, nomor 273 inisial RRH, nomor 274 inisial M, nomor 270 inisial N, dan nomor pasien 275 inisial ENP.

Satu keluarga pasien di Kelurahan Cakranegara Barat itu, katanya, terkonfirmasi positif COVID-19, tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemi tetapi memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19 (transmisi lokal), dan saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Direktur RSUD Kota Mataram yang biasa dipanggil dr Jack itu, mengatakan penelusuran kontak akan dilakukan 10 meter dari tempat tinggal bersangkutan, baik dari kiri, kanan, depan, dan belakang.

Selain dilakukan penelusuran kontak di sekitar rumah yang bersangkutan, juga akan dilakukan di Pasar Mandalika atau Pasar Bertais karena yang bersangkutan diketahui bekerja sebagai pedagang di Pasar Bertais.

“Jika hasil penelusuran di Pasar Bertais banyak reaktif, kemungkinan terburuknya Pasar Bertais akan ditutup sementara. Tapi itu sangat tergantung dari kebijakan Wali Kota Mataram,” katanya.

Ia mengatakan ketersediaan alat tes cepat di RSUD Kota Mataram saat ini masih sekitar 1.700 unit, belum termasuk alat tes cepat dari Dinas Kesehatan Kota Mataram.

“Khusus untuk di RSUD, saat ini kami sedang melakukan pengadaan sekitar 5.000 hingga 10 ribu alat ‘rapid test’ (tes cepat) untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kebijakan penanganan COVID-19 di Mataram,” katanya. (Ant)