TNI dan Polri Siap Amankan Pemilu 2019

Kapolda NTB, Irjen Pol Achmad (kiri) bersama Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto (kanan). (Inside Lombok/Istimewa)

Mataram (Inside Lombok) – Menjelang pemilu serentak pada April 2019 mendatang, TNI dan Polri mengadakan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Polri pada Rabu (13/02/2019). Dalam rapat yang dihadiri oleh KPU, Bawaslu, serta pimpinan TNI dan Polri wilayah NTB tersebut dibahas kesiapan menghadapi serta mengamankan Pilpres dan Pileg 2019.

“Kita jaga netralitas dan sinergi kita. Secara umum yang kita laksanakan ini (pemilu, Red) supaya berjalan sukses, aman, damai, rukun, dan harmonis,” ujar Kapolda NTB, Irjen Pol Achmad Juri, Rabu (13/02/2019).

Selain itu, Achmad juga menyebutkan bahwa rapat tersebut digelar untuk menyegarkan kembali rencana keamanan yang akan diberlakukan ketika pemilu. Polda NTB akan memberlakukan mekanisme pengamanan, dimana dalam tahapannya akan dikerahkan personel polisi untuk mengamankan 2/3 dari tim pengaman yang dibutuhkan.

Menanggapi hal tersebut, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, menyatakan bahwa TNI telah siap mengimbangi Polri dalam mengamankan pemilu 2019. Menurut Benny, ada dua strategi utama yang harus dilaksanakan. Yaitu menjaga netralitas, dan mempertahankan solidaritas antara TNI dan Polri.

“Kita bersinergi dengan semua komponen, sehingga KPU dan Bawaslu dalam menyelenggarakan Pemilu berjalan aman dan damai,” ujar Benny.

Benny juga menerangkan bahwa dalam pengamanan pemilu 2019, TNI akan memberlakukan asas prioritas dari kemungkinan terjadinya eskalasi ancaman. Untuk membuat sistem pengamanan tersebut lebih efisien, TNI dan Polda NTB telah memetakan wilayah-wilayah yang memiliki kemungkinan ancaman.

“Tidak cukup pasukan saya digelar dengan teori 2/3 kekuatan Polri. Oleh karena itu, kita saling back-up dengan membaca eskalasi ancaman,” ujar Benny.

Dalam rapat tersebut disebutkan bahwa situasi pemilu di NTB sampai saat ini masih kondusif. Disebutkan juga pentingnya peran KPU, Bawaslu, serta media untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Dimana kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan berhasilnya demokrasi.

“Keberhasilan demokrasi salah satu tolok ukurnya partisipasi masyarakat dalam proses pemilu. Jadi mari kita bersinergi sehingga pesta demokrasi bangsa betul-betul tercapai dengan tolok ukur damai dan koridor hukum berjalan dengan baik,” pungkas Benny.