UMKM Hanya Untung Rp2 Juta Saat Berjualan di WSBK, Lokasi Stan Jadi Catatan

50
Stan UMKM di Sirkuit Mandalika saat gelaran event WSBK (Inside Lombok/Fahri)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Gelaran World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika telah sukses dilaksanakan. Bahkan event balap internasional itu mampu mencetak rekor dengan penonton WSBK terbanyak di dunia. Kendati, banyaknya penonton yang hadir menyaksikan secara langsung aksi para pembalap tampaknya tidak begitu berdampak bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di event tersebut.

Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi (Diskop) Lombok Timur (Lotim), Hirsan mengatakan ada 9 UMKM yang dibawa menuju Sirkuit Mandalika untuk mengisi stan yang telah disediakan untuk berjualan. UMKM dari Lotim itu memasarkan produk unggulannya seperti makanan, minuman, dan kain tenun.

“Alhamdulillah pendapatan dari pelaku UMKM Lotim sebanyak 9 UMKM di ajang WSBK cukup lumayan yakni di angka Rp2 jutaan selama 3 hari,” ungkapnya kepada Inside Lombok, Kamis (24/11).

Meski untung yang didapat UMKM asal Lotim pada gelaran WSBK kemarin mampu meraup Rp2 juta lebih, angka tersebut masih dikatakan kalah jauh dari gelaran MXGP dan MotoGP sebelumnya. “Bila dibandingkan dengan event MotoGP di Mandalika dan MXGP jauh lebih besar penghasilannya,” katanya.

Hal yang menjadi catatan dalam menurunnya pendapatan para UMKM dalam gelaran kelas dunia tersebut salah satunya yakni lokasi stan yang dinilai masih belum strategis, sehingga penonton sebagian besar tidak menjangkau lokasi stan khusus UMKM.

“Hal ini disebabkan karena masalah tempat yang tidak begitu strategis sehingga para penonton sebagian besar tidak melalui stand UMKM kita dan tentunya jauh dari panggung hiburan utama,” jelasnya.

Hirsan berharap agar ke depan lokasi penempatan stan UMKM harus berada pada tempat yang strategis seperti di jalur utama penonton menuju sirkuit. Selain itu, jumlah UMKM yang terlibat juga diharapkan bertambah, serta adanya peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelaku UMKM dan penonton yang menjadi perhatian serius dari pihak penyelenggara. (den)