Wali Kota: Warga Mataram Tidak Ada Dinyatakan Positif COVID-19

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh berinteraksi dengan sejumlah warga di sela memantau kegiatan penyemprotan cairan disinfektan pada tingkat kelurahan. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Kominfo)

Mataram (Inside Lombok) – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, sampai saat ini masyarakat Kota Mataram tidak ada yang dinyatakan positif Coronavirus Disease (COVID-19), walaupun sebelumnya warga sempat gempar dengan kabar meninggalnya satu pasien dalam pengawasan (PDP) pada Jumat (27/3-2020).

Hasil pemerikasaan uji laboratorium swab terhadap PDP bersangkutan, kata wali kota di Mataram, Senin, belum keluar, sebab minimal butuh empat hari karena sampel pemeriksaan dikirim langsung ke Litbang Kementrian Kesehatan di Surabaya dan Jakarta.

“Sampai hari ini hasil tersebut masih belum keluar, sehingga kita belum bisa katakan almarhum tersebut positif COVID-19,” katanya di sela memantau kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di tingkat kelurahan.

Berdasarkan data perkembangan kasus COVID-19 di Kota Mataram dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram tertanggal 30 Maret 2020, pukul 14.00 Wita, tercatat status PDP warga kota itu sebanyak 18 orang.

Dari 18 orang tersebut, delapan orang sudah selesai pengawasan dan 10 orang masih pengawasan, sedangkan status orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 161 orang, dengan rincian 51 selesai pemantauan dan 110 masih dalam pemantauan.

“Sementara untuk warga negara asing (WNA) tercatat satu orang PDP masih dalam pengawasan, dan lima ODP, namun sudah selesai dalam pemantauan,” katanya.

Status PDP dan ODP tersebut, katanya, sudah merata di enam kecamatan di Kota Mataram, dengan rincian di Kecamatan Ampenan tercatat tiga PDP dan 25 ODP, Kecamatan Sekarbela terdapat dua PDP dan 32 ODP.

Sementara di Kecamatan Mataram ada tiga PDP dan 48 ODP, Kecamatan Selaparang terdapat tiga PDP dan 20 ODP. Untuk Kecamatan Cakranegara tercatat empat PDP dan 17 ODP, terakhir Kecamatan Sandubaya ada tiga PDP dan 19 ODP.

“Dari data terakhir tersebut, dipastikan tidak ada warga berstatus positif COVID-19,” katanya menegaskan. (Ant)