Warga di Kuta Kesulitan Air Bersih Pasca Banjir

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Warga desa Kuta mengalami kesulitan air bersih pasca bencana banjir yang merendam 17 dusun yang ada di desa tersebut pada Sabtu (30/1/2021) lalu.

“Masyarakat butuh suplai air bersih karena kemarin kan banyak air laut, air kali yang masuk ke rumah dan sumur masyarakat,”ujar PLT Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, H. Ridwan Makruf, Senin (1/2/2021).

Disebutkan, terdapat sekitar 187 kepala keluarga (KK) di desa Kuta yang terdampak banjir. Saat ini aktivitas warga sudah berangsur normal namun masih memerlukan bantuan air bersih.

Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait sudah mulai menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

“Sudah mulai dari kemarin. Hari ini juga kita drop air bersih dua tangki. Total sudah ada empat tangki. Berapa yang akan didistribusikan nantinya tergantung kebutuhan masyarakat,”katanya.

Sementara bagi desa-desa lain yang juga terdampak banjir tidak ada pendistribusian air bersih karena tidak ada permintaan.

Namun, sejumlah bantuan seperti obat-obatan, selimut dan sembako sudah disalurkan. “Kalau untuk obat-obatan kita sudah serahkan ke puskesmas setempat,”tandas Ridwan.

Sementara itu, pihaknya juga menekankan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan agar banjir susulan tidak terjadi.

Pasalnya, salah satu penyebab banjir yang melanda desa wisata tersebut adalah tumpukan sampah di kali yang menyebabkan air meluap. Kemudian, banyak home stay yang tidak membuat sistem drainase.

“Ini kan yang buat mampet. Di dalam-dalam kampung itu kan banyak homestay yang tidak dibarengi drainase untuk aliran air,”ujarnya.

Karena itu, pihaknya mengintruksikan pemilik homestay segera membangun saluran drainase untuk mencegah terjadinya banjir susulan.