27.5 C
Mataram
Kamis, 20 Juni 2024
BerandaEkonomiAntisipasi Permintaan Pupuk, Distributor Diminta Tarik Stok

Antisipasi Permintaan Pupuk, Distributor Diminta Tarik Stok

Mataram (Inside Lombok) – Memasuki musim hujan di akhir 2023 ini, ketersediaan pupuk disebut masih mencukupi, yakni mencapai 30 ribu ton. Pupuk Indonesia Wilayah NTB dalam mengantisipasi permintaan pupuk oleh petani juta telah meminta para distributor untuk menarik stok pupuk yang tersedia di gudang-gudang produsen.

“Kita malah minta distributor menarik stok. Supaya jangan sampai dianggap melakukan penimbunan pupuk. Kita minta seluruh distributor nebus semua,” ujar Manajer Penjualan Pupuk Indonesia Wilayah NTB, Rudi Sulistya, Senin (20/11).

Dikatakan, penebusan ini dilakukan baik ada permintaan ataupun tidak ada permintaan tetap harus ditebus untuk memenuhi stok di distributor dan kios-kios pengecer yang ada. Jangan sampai ketika ada permintaan dari petani justru para distributor baru melakukan penebusan di produsen pupuk.

“Kalau ditebus ketika ada pesanan, itu malah terlambat nanti distribusinya. Diamankan saja dulu stoknya, nanti kalau ada permintaan langsung didistribusikan,” terangnya.

- Advertisement -

Sedangkan untuk kuota pupuk 2024 saat ini dengan dilakukan pengumpulan data dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan dan kabupaten/kota. Sekitar pertengahan Desember kemungkinan akan diketahui kuota dari Kementerian Pertanian. “Yang terpenting sekarang harus diserap habis terlebih dahulu kuota pupuk di tahun 2023,” katanya.

Sebagai informasi, pada 2023 ini, kuota pupuk urea subsidi di Provinsi NTB mencapai 182.080,91 ton. Terbagi 262,01 ton untuk Kota Mataram. 6.281 ton untuk Lombok Barat. 7.185 ton untuk Lombok Utara. 18.213 ton untuk Kabupaten Lombok Tengah. Kemudian 17.961 ton untuk Kabupaten Lombok Timur. 55.249 ton untuk Kabupaten Sumbawa. 8.298 untuk Kabupaten Sumbawa Barat. 23.912 untuk Kabupaten Dompu. 2.236 ton untuk Kota Bima. Dan 42.483 ton untuk Kabupaten Bima.

Dikatakan sampai 17 November 2023 ini, serapannya 96,67 persen Kota Mataram. 98,91 persen Lombok Barat. 93,21 persen Lombok Utara. 91,84 persen untuk Lombok Tengah. Selanjutnya 97,44 persen serapan di Kabupaten Lombok Timur. 91,11 persen Kabupaten Sumbawa. 53,28 persen Kabupaten Sumbawa Barat. 82,26 persen serapan Kabupaten Dompu.92,31 persen serapan Kota Bima. Dan 93,81 persen serapan di Kabupaten Bima. Atau secara keseluruhan NTB, total serapan sudah mencapai 89,93 persen.

“Tahun 2023 ini NTB mendapatkan alokasi sebanyak 106.836 ton. Serapan di Kabupaten Sumbawa Barat masih sedikit, ini baru mencapai 36,40 persen dari kuotanya. Sementara kabupaten/kota lainnya rata-rata sudah diatas 84 persen sampai 99,55 persen. Total serapan NTB sudah 89,49 persen,” jelasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer