DKP Mataram Siapkan 10 Ton Beras Candangan Pangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Dedi Supriadi. ANTARA/Nirkomala

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menyiapkan 10 ton beras cadangan pangan untuk mengantisipasi terjadinya berbagai bencana di sepanjang tahun 2020.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Dedi Supriadi di Mataram, Senin, mengatakan, sebanyak 10 ton beras cadangan dengan kualitas medium untuk antisipasi bencana itu, tersimpan di gudang cadangan pangan.

“Beras tersebut dikemas dalam karung, satu karungnya berisi 50 kilogram. Kita distribusi ke kelurahan per 50 kilogram, selanjutnya kelurahan yang mengemas sesuai kebutuhan,” katanya kepada wartawan.

Menurut Dedi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram ini, dari 10 ton beras cadangan pangan yang disiapkan itu sudah didistribusikan sekitar 300-400 kilogram ke nelayan yang terdampak eksekusi lahan.

Beras tersebut didistribusikan melalui Dinas Sosial ketika membuka dapur umum di areal pengungsian nelayan Pondok Perasi di Kelurahan Bintaro yang terdampak eksekusi lahan.

Lebih jauh Dedi mengatakan, berdasarkan perwal yang baru, beras cadangan pangan sekarang tidak mesti dikeluarkan saat terjadi bencana, tetapi penggunaannya lebih fleksibel.

“Kalau dulu iya, beras cadangan pangan dikeluarkan saat ada bencana. Sekarang, beras tersebut bisa dikeluarkan kapan saja dan bagi siapa saja yang membutuhkan,” katanya.

Misalnya, untuk bantuan anak yatim piatu, fakir miskin, masyarakat terlantar atau warga lainnya yang membutuhkan. Dengan catatan, permohonan dari lurah setempat.

“Misalnya, untuk membantu kebutuhan di panti asuhan atau untuk fakir miskin, lurah bisa mengajukan permohonan ke kami sehingga pengeluaran beras cadangan pangan tidak semaunya,” katanya.

Dedi menambahkan, bencana yang sering terjadi di Mataram adalah banjir dan abrasi pantai, setiap akhir dan awal tahun.

Kota Mataram merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota di NTB yang memiliki enam jenis bencana dari 10 jenis bencana yang kerap terjadi di NTB.

Selain gempa disertai tsunami, bencana lainnya yang mengancam wilayah Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi NTB adalah bencana banjir, kebakaran permukiman, gelombang pantai dan abrasi serta rawan konflik sosial.

“Karena itu, jika stok beras cadangan pangan menipis sebelum akhir tahun, kita bisa mengajukan lagi melalui APBD perubahan,” ujarnya.