27.5 C
Mataram
Sabtu, 20 Juli 2024
BerandaEkonomiResmi Konversi Penuh Jadi Syariah, Jamkrida NTB Targetkan Laba Naik

Resmi Konversi Penuh Jadi Syariah, Jamkrida NTB Targetkan Laba Naik

Mataram (Inside Lombok) – PT Jamkrida NTB Bersaing telah diputuskan konversi penuh ke syariah setelah dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Konversi penuh menjadi syariah agar ekspansi bisnis bisa dilakukan oleh Jamkrida NTB lebih luas. Dimana ini merupakan keputusan seluruh pemegang saham.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Wirajaya Kusuma selaku Koordinator BUMD NTB menyampaikan dengan keputusan pemegang saham, maka nama Jamkrida NTB Bersaing juga berubah menjadi PT Jamkrida NTB Syariah. Meskipun prosesnya cukup panjang, saat ini Peraturan Daerah (Perda) sudah ditetapkan. Begitu juga dengan pengurusan administrasi ke OJK untuk izin operasional Jamkrida NTB Syariah ini sudah keluar persetujuannya.

“Kita pemegang saham melakukan RUPS (setelah semua selesai,red). Seluruh perusahaan hadir dan menyetujui konversi ke syariah. Setelah berkonversi dari konvensional ke syariah, captive market Jamkrida NTB Syariah lebih luas,” ujar Wirajaya, Jumat (7/6).

Saat ini, PT Jamkrida NTB Syariah juga bisa mengakomodir langsung penjaminan kredit di Bank NTB Syariah sebagai sister company. Karena sebelum berkonversi, Jamkrida NTB tidak bisa masuk ke Bank NTB Syariah. “Apalagi Bank NTB Syariah adalah captive market terbesar di NTB. Selama ini kerjasama Jamkrida hanya di BPR yang bank konvensional lainnya,” terangnya.

- Advertisement -

Diharapkan oleh pemegang saham kinerja PT Jamkrida Syariah kedepannya semakin baik. Kemudian semakin besar laba yang dihasilkan dan tentunya dividen kepada para pemegang saham juga meningkat. Terlebih dengan pembiayaan digelontorkan Bank NTB Syariah lebih dari Rp7 triliun setahun, tentu tidak bisa sepenuhnya Jamkrida NTB Syariah bisa mengcover penjaminan kredit sebesar itu.

Setelah menjadi syariah, diharapkan Bank NTB Syariah akan menjadi pilar utama bagi bisnis Jamkrida NTB Syariah. Setelah itu, baru Bank NTB Syariah dapat memberikan porsi penjaminan kepada lembaga penjaminan kredit lainnya. Saat ini modal inti Jamkrida NTB Syariah sebesar Rp 32,8 miliar. Tetapi dengan penyertaan modal berupa aset tanah dan bangunan yang ditempati Jamkrida NTB Syariah saat ini, modal inti Jamkrida NTB Syariah sudah bisa dipenuhi sesuai ketentuan OJK, yaitu sebesar Rp50 miliar. “Setelat-telatnya, awal Juli Jamkrida NTB Syariah sudah bisa action,” ucapnya.

Di sisi lain, Direktur Utama Jamkrida NTB, Lalu Taufik Mulyajati mengatakan produk-produk penjaminan syariah sudah disiapkan, begitu juga kesiapan kerjasama dengan Bank NTB Syariah sudah disiapkan. Sesuai ketentuan OJK, hampir seluruhnya kebutuhan produk penjaminan syariah telah disiapkan. Baik yang produktif maupun non produktif. Kontra bank garansi, surety bond dan lainnya. “Dengan berkonversi ke syariah penuh, kita harapkan naik dua kali lipat dari laba tahun sebelumnya. Targetnya sebesar Rp4,7 miliar laba tahun 2024 ini. Tahun 2023 sebesar Rp2,6 miliar,” ujarnya.

Pemegang saham Jamkrida NTB Syariah saat ini masih enam. Pemprov NTB sebagai pemegang saham pengendali, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, Kota Bima dan Kabupaten Bima dengan peluang pasar yang terbuka semakin besar ini. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer