Joli Sourire Gelar Talkshow “Amankah ke Dokter Gigi saat Pandemi?”

527
Owner Dental Care Joli Sourire, drg. Farida Istiarini Sp. Ort saat memberikan materi pada acara talkshow "Amankah ke Dokter Gigi saat Pandemi?" yang digelar di Atrium Lombok Epicemtrum Mall, Sabtu (05/09/2020). (Inside Lombok/Istimewa).

Mataram (Inside Lombok) – Dental Care Joli Sourire mengadakan talkshow bertajuk “Amankah ke Dokter Gigi Selama Pandemi?” yang berlangsung pada Sabtu sore (05/09/2020) di Atrium Lombok Epicentrum Mall. Talkshow ini termasuk rangkaian acara dari IWAPI Trade Fair 2020.

Selaku owner dari Dental Care Joli Sourire, drg. Farida Istiarini Sp. Ort memastikan bahwa sejak pandemi Covid-19 muncul, Joli Sourire sudah menambahkan sejumlah peralatan tambahan untuk menerapakan protokol kesehatan Covid-19 yang telah dilakukan dengan maksimal.

“Peralatan bertambah semakin banyak seperti pada ruang pemeriksaan. Kami menyiapkan HEPA filter untuk menjaga sirkulasi agar ruangan selalu steril,” ujar drg Farida, Sabtu (05/09/2020).

Selanjutnya, ruangan ditambahkan lampu UV sterilisasi until mematikan kuman dan virus memang sudah terbukti.

Kemudian ada vacuum aerosol suction untuk menghindari percikan dari mulut pasien sehingga meminimalisir penularan yang bisa terjadi melalui droplet.

“Misal kita lakukan scaling atau pengeburan di sini kan yang akan kecipratan adalah antara ludah dan cairan. Jadi itu yang kita halang agar tidak akan menyebar ke mana-mana,” imbuhnya.

WhatsApp Image 2020 09 06 at 18.08.00

Ia menambahkan bahwa sejak awal Covid-19, Joli Sourier tidak menerima pasien yang mendaftar secara onsite. Dengan demikian, Front Office akan melakukan appointment melalui telepon atau WhatsApp.

Lalu pasien akan ditanya mengenai kondisinya saat itu. Apakah ada gejala batuk, flu, ada riwayat kontak dengan pasien Covid-19, dan apa ada riwayat perjalanan dari luar daerah atau luar negeri.

“Jadi ada banyak hal yang ditanyakan Front Office. Kemudian setelah itu akan dibuatkan appointment. Pada saat kedatangan pun, pasien sudah dibekali oleh banyak hal,” terangnya.

Setelah datang ke klinik, pasien akan dice suhu tubuhnya dan diberikan juga APD level 1. Pasien juga tidak diperbolehkan membawa tas ke ruang periksa sehingga tidak membawa barang apa pun dan pada saat masuk ruang disterilkan.

“Dokter juga menggunakan APD level 3 di mana pelindung luar utama adalah apron. Apron itu akan diganti oleh dokter tiap tindakan per pasien,” sambungnya.

WhatsApp Image 2020 09 06 at 18.08.12

Acara talkshow tersebut berlangsung dengan baik dan tamu yang hadir cukup interaktif menanyakan berbagai macam hal berkaitan dengan kesehatan gigi. Seperti penanganan gigi berlubang, pemasangan behel, scaling, dan sebagainya.

Talkshow ini turut dhadiri oleh Juara I Putri Indonesia NTB 2020 Shalsabila Lestari Putri Suteja dan Runner Up II Dinda Putri Alfitriyani serta dua Finalis Puteri Indonesia NTB lainnya.