26.5 C
Mataram
Senin, 4 Maret 2024
BerandaEventSerukan Anti Hate Speech, IOH Gelar Kompetisi Festival Film Pendek SOS 2023

Serukan Anti Hate Speech, IOH Gelar Kompetisi Festival Film Pendek SOS 2023

Mataram (Inside Lombok) – Serukan anti hate speech yang kerap terjadi belakangan ini hampir di seluruh daerah Indonesia. Apalagi banyak terjadi di media sosial. Untuk menginspirasi anak muda Indonesia agar bijak dalam menggunakan media sosial sekaligus meningkatkan literasi digital mereka. Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menggandeng Narasi menyelenggarakan ajang festival film pendek Save Our Socmed (SOS) 2023, dengan kompetisi pembuatan film pendek.

Festival Film Pendek SOS 2023 mengkampanyekan anti hate speech dengan tema “Bicara Baik di Digital, Hindari Emosi Tanpa Substansi”. Ajang penuh kreatifitas anak muda ini akan berlangsung sejak pendaftaran dibuka pada 26 Oktober 2023 hingga pengumuman pemenang di Februari 2024 mendatang.

“Media sosial merupakan rumah dari berbagai karya dan tempat kita berkolaborasi bersama. Media sosial, harusnya jadi tempat yang nyaman untuk kita, bukan tempat menebar kebencian. Melalui kampanye ini, Indosat mengajak generasi muda untuk #BijakBerkreasiTanpaBatas,” ujar SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Indra Wirawan, Jumat (24/11).

Dimana pada kompetisi tersebut, kekuatan cerita dan visual dapat menyebarkan pesan perdamaian, kesetaraan, dan toleransi. Dengan dukungan teknologi dan digitalisasi, sehingga dapat mengubah dunia serta membangun masyarakat yang lebih inklusif dan peduli dengan sesama.

- Advertisement -

“Ujaran kebencian dapat menjadi awal terjadinya polarisasi. Hal ini menjadi pendorong kami untuk berkontribusi menyampaikan narasi positif di dunia digital melalui pendekatan kreatif,” terangnya.

Program Festival Film Pendek SOS yang telah sukses terselenggara sejak 2021 ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (CSR) Indosat di pilar Pendidikan Digital yang memiliki rangkaian kegiatan, seperti roadshow ke berbagai kampus, sosialisasi, workshop pelatihan, seleksi penjurian, dan acara pengumuman pemenangnya. Adapun kegiatan workshop pelatihan akan menyajikan lokakarya online dengan menghadirkan para pakar perfilman untuk meningkatkan keterampilan para peserta.

“Aktivitas roadshow kampus akan diselenggarakan di empat kota, mulai dari Medan, Jember, Pontianak, dan Makassar. Kegiatan sosialisasi turut dilakukan di enam kota lainnya, yaitu Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, dan Mataram,” ucapnya.

Sedangkan anak muda yang ada di kota lainnya tetap bisa menginguti kompetisinya dengan mengirimkan karya secara online. Nantinya, hasil karya dari pemenang kompetisi akan ditampilkan dalam acara Anugerah Karya Festival Film Pendek SOS tahun 2024 mendatang. “Harapannya kampanye program Festival Film Pendek SOS ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk bergotong royong menciptakan media sosial sebagai tempat yang lebih bermakna untuk kita,” imbuhnya.

Group Account Manager Narasi, Ghinar Panigoro mengatakan inisiatif Indosat menyelenggarakan Festival Film Pendek SOS 2023 patut didukung. Sebagai kawan kolaborasi, pihaknya punya semangat serupa, melawan penyebaran ujaran kebencian. Apalagi, sekarang sudah memasuki hari-hari jelang pesta demokrasi yang rentan menjadi lahan subur ulah tingkah informasi yang memecah belah.

“Lewat film-film pendek ini, kami berharap dapat memberikan suara dan gagasan yang dibutuhkan tentang kesetaraan, toleransi, dan perdamaian,” ujarnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer