Disdik Mataram Tunda Simulasi Belajar Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali. Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menunda kegiatan simulasi proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka yang telah direncanakan setelah pelaksanaan Pilkada Mataram 9 Desember 2020, karena terjadi peningkatan kasus positif COVID-19.

“Dalam pekan ini, kasus positif COVID-19 di Mataram meningkat, sehingga kita belum mendapatkan izin untuk melakukan simulasi PBM tatap muka seperti yang telah kita rencanakan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali di Mataram, Jumat.

Berdasarkan data terakhir tim gugus COVID-19 pada Kamis (17/12-2020) pukul 22.00 Wita, tercatat total kasus COVID-19 sebanyak 1.350 orang, dalam perawatan 36 orang, sembuh 1.221 dan pasien meninggal 93 orang. Jumlah pasien yang dirawat tersebut meningkat dibandingkan minggu pertama Desember yang hanya 12 orang.

Dikatakan, sebelum ada izin dari Wali Kota Mataram selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Disdik tidak berani mengambil langkah sendiri untuk membuka simulasi PBM tatap muka.

Menurutnya, untuk memberikan rekomendasi izin simulasi PBM tatap muka, wali kota juga perlu melakukan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), untuk mendapatkan masukan serta solusi yang tepat sebelum mengeluarkan izin.

“Harapan kita, wali kota bisa segera memberikan kita izin untuk melakukan simulasi PBM tatap muka sebelum pelaksanaan PBM tatap muka di mulai pada 5 Januari 2021,” katanya.

Fatwir mengatakan, simulasi PBM tatap muka dinilai penting untuk melihat apa kelebihan, kekurangan, masalah serta kendala yang akan muncul ketika PBM tatap muka dibuka dengan mengikuti aturan normal baru.

Selain itu, sebagai bagian evaluasi untuk melihat efektivitas PBM tatap muka di masa pandemi COVID-19, bisa berjalan sesuai dengan protokol COVID-19 atau tidak.

“Hal itu sesuai petunjuk teknis dan pelaksanaan yang diberikan Kementerian terkait bagaimana mekanisme siswa masuk tatap muka selama pandemi COVID-19,” katanya. (Ant)