Pasien COVID-19 di Mataram Bertambah 10 Orang

Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan jumlah pasien positif COVID-19 pada Jumat ini pukul 12.00 Wita, bertambah 10 orang, sehingga jumlah pasien COVID-19 yang masih dirawat sampai saat ini tercatat 18 orang.

“Sebanyak 18 orang pasien positif COVID-19 yang masih dirawat. Ada yang dirawat di sejumlah rumah sakit swasta dan juga ada yang melakukan isolasi mandiri,” kata Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 I Nyoman Swandiasa di Mataram, Jumat.

Swandiasa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram Kota Mataram, mengatakan, dengan adanya tambahan 10 orang pasien positif COVID-19 itu, maka secara kumulatif jumlah pasien COVID-19 di Mataram sebanyak 1.299 orang.

“Dari jumlah itu, sebanyak 1.190 orang dinyatakan sembuh dan 91 orang meninggal dunia,” katanya.

Dikatakan, perkembangan kasus COVID-19 di Kota Mataram sangat fluktuatif dan tidak bisa diprediksi. Sekalipun, kondisi COVID-19 di Mataram saat ini sudah sangat landai bahkan 42 kelurahan dari 50 kelurahan di Mataram sudah menjadi wilayah zona aman (hijau) COVID-19.

Sementara, 7 kelurahan lain berstatus zona kuning yakni Kelurahan Turide, Selagalas, Pagutan, Pagutan Timur, Mataram Barat, Pejarakan Karya dan Kelurahan Taman Sari.

“Sedangkan kelurahan berstatus zona oranye hanya satu yakni Kelurahan Cakranegara Utara. Meski sudah tidak ada kelurahan zona merah, tapi kita harus tetap waspada dan harus mendisiplinkan diri menerapkan protokol COVID-19,” katanya.

Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi tambahan kasus positif baru COVID-19, angka kesembuhan meningkat dan angka kematian bisa ditekan, sehingga status Kota Mataram bisa meningkat menjadi zona aman (hijau) COVID-19. (Ant)