30.5 C
Mataram
Minggu, 14 Juli 2024
BerandaLombok BaratDianggap PHK Karyawan Lokal Secara Sepihak, Svarga Resort Digeruduk Massa

Dianggap PHK Karyawan Lokal Secara Sepihak, Svarga Resort Digeruduk Massa

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dianggap lakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap belasan karyawan lokal yang awalnya bekerja di sana, Svarga Resort Lombok yang ada di wilayah Senggigi digeruduk sejumlah massa.

Massa itu menuntut hak-hak karyawan yang di-PHK secara sepihak oleh manajemen hotel agar segera diberikan. Termasuk juga salah satunya terkait uang pesangon. Massa aksi juga meminta agar surat PHK segera dikeluarkan oleh perusahaan setempat.

“Kami minta manajemen hotel supaya uang pesangon bagi karyawan yang menjadi korban PHK segera dibayarkan secara merata tanpa dicicil, dan juga surat PHK segera dikeluarkan,” tuntut Kadus Kerandangan, Harnaum Minan Naum saat menggelar aksi di depan Svarga Resort, Rabu (05/06/2024) pagi.

Pihaknya menyayangkan sikap manajemen hotel yang melakukan PHK secara sepihak. Pasalnya, kondisi terkini pasca gempa dan Covid-19 sejak tiga tahun terakhir pun dinilai sudah mulai membaik. Bahkan, tamu-tamu baik domestik maupun mancanegara sudah banyak yang berdatangan.

- Advertisement -

“Ini yang sangat tidak masuk akal. Kondisi pariwisata Senggigi sudah membaik tapi pihak hotel mengaku kolaps dan melakukan PHK sepihak secara besar-besaran,” herannya. Dalam orasi tersebut, massa aksi menyampaikan tiga hal yang menjadi tuntutan mutlak yang harus dipenuhi oleh manajemen hotel Svarga. Di antaranya, agar segera membayarkan uang pesangon bagi karyawan yang diPHK secara merata tanpa dicicil. Kemudian yang kedua, manajemen hotel juga diminta untuk segera keluarkan surat PHK.

“Ketiga, yang paling penting adalah HRD yang baru masuk di Svarga Resort supaya diberhentikan alias dipecat. Karena sejak dia masuk di hotel ini barulah berbagi permasalahan mulai timbul,” bebernya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Junaidi, salah seorang peserta aksi. Dirinya mengecam sikap manajemen hotel yang dinilai tidak memihak terhadap karyawan lokal. “Kami cinta damai, kami ingin melihat daerah pariwisata ini aman dan warga kami merasa nyaman saat bekerja di hotel ini,” tegas Junaidi.

Namun, kata dia, jika manajemen hotel berlaku seenaknya itu justru membuat warga setempat merasa terusik di kampungnya sendiri. “Kalau pihak hotel ingin hotelnya aman, satu permintaan penting kami yakni pecat HRD itu. Kalau permintaan kami tidak dipenuhi maka kami akan mengadakan orasi lagi dengan jumlah yang lebih banyak,” lugasnya.

Sementara itu, Kades Senggigi, Mastur yang juga turut hadir mendampingi warga dalam aksi tersebut tak menampik apa yang menjadi tuntutan warga ini. “Intinya, kami minta HRD yang baru ini dikeluarkan dari Svarga Resort. Bahkan, dari seluruh wilayah Desa Senggigi dan kecamatan Batulayar pada umumnya. Kalau pihak hotel tidak memenuhinya, saya tidak akan bertanggung jawab bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ketus Mastur.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh massa aksi, General Manager (GM) Svarga Resort, Zulpadli berjanji akan memenuhi tuntutan warga dan akan meneruskannya ke pihak owner. “Kami menerima kedatangan bapak dan ibu hari ini. Terkait apa yang menjadi tuntutannya, kami akan sampaikan ke owner,” pungkasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer