Lombok Barat (Inside Lombok) – Pengusaha hotel di kawasan Senggigi berharap pemerintah membuka lebih banyak penerbangan internasional langsung ke Lombok sebagai respons atas dampak mahalnya tiket pesawat domestik terhadap tingkat hunian hotel. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan menggerakkan kembali sektor pariwisata.
General Manager Sheraton Senggigi, Peter The, mengatakan banyak wisatawan asal Eropa berminat berkunjung ke Lombok, namun terkendala karena harus transit akibat terbatasnya penerbangan langsung. “Lebih-lebih ke depannya kalau ada lebih banyak pilihan international flight, itu jauh lebih baik,” jelas Peter.
Ia menilai potensi tersebut perlu dimaksimalkan untuk menghidupkan kembali pariwisata Senggigi yang memiliki daya tarik wisata cukup besar. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat dalam membuka akses penerbangan langsung dapat membantu menjaga ekosistem pariwisata di tengah melemahnya pasar domestik.
Pandangan serupa disampaikan General Manager Aruna Senggigi, Yeyen Heryawan, yang melihat adanya pergeseran pasar wisatawan mancanegara. Ia menyebut wisatawan dari Turki mulai berdatangan, meskipun terdapat pembatalan dari wisatawan Belanda. “Turki yang sebelumnya tidak masuk ke sini, sekarang masuk. Kita ada cancel dari tamu dari Belanda, tapi ada market lain yang ke sini,” beber Yeyen.
Dengan potensi wisata yang dimiliki, pelaku industri berharap Senggigi dapat kembali menjadi destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat. Upaya peningkatan akses penerbangan internasional dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menarik lebih banyak wisatawan di tengah pergeseran minat ke destinasi lain seperti Mandalika.

