Mataram (Inside Lombok) – Ribuan jemaah calon haji dari embarkasi Lombok yang telah tiba di Tanah Suci diimbau untuk tidak membuat konten di tempat ibadah demi menjaga kekhusyukan selama menjalankan rukun Islam kelima, Senin (4/5/2026).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Lalu Muhammad Amin, mengatakan jemaah diharapkan fokus beribadah dan mengurangi aktivitas yang tidak bermanfaat, termasuk membuat konten. “Ini kan mau melakukan ibadah suci rukun islam kelima. Jadi harus khusyuk. Kurangi hal-hal yang kurang manfaat terutama membuat konten di tempat ibadah,” kata dia.
Ia menambahkan, pemerintah Arab Saudi juga melarang aktivitas tersebut, termasuk penggunaan atribut berlebihan seperti spanduk yang dapat mengganggu jamaah lain. “Karena akan mengganggu jamaah yang lain melaksanakan ibadah yang sama,” katanya.
Selain itu, jemaah diimbau tidak membawa barang berlebihan dari Madinah ke Mekkah agar tidak terbebani saat pelaksanaan ibadah, terutama menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Tidak berlebihan. Jangan sampai nanti jelang pelaksanaan Armuzna terbebani dengan barang bawaan yang dari Madinah ke Mekah dan over bagasi. Itu harus diantisipasi KBHU dan juga para jamaah,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mengingat cuaca di Tanah Suci mencapai di atas 40 derajat Celsius. Jemaah diminta menggunakan perlengkapan yang telah disiapkan seperti handspray, masker, dan payung. “Benar-benar untuk menjaga kesehatan. Jangan terlalu kelelahan dan pelaksanaannya lancar,” katanya.
Hingga saat ini, sebanyak 10 kelompok terbang (kloter) jamaah haji dari NTB telah diberangkatkan, sementara lima kloter lainnya masih menunggu jadwal keberangkatan. Total kuota haji Provinsi NTB tahun ini mencapai 5.789 jemaah.

