25.5 C
Mataram
Senin, 24 Juni 2024
BerandaLombok TimurLotim Kalah Saing Dapatkan Sapi Kurban Presiden

Lotim Kalah Saing Dapatkan Sapi Kurban Presiden

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pada Hari Raya Kurban atau Iduladha tahun ini tidak ada sapi asal Lombok Timur (Lotim) yang dibeli oleh Presiden Indonesia untuk dikurban di wilayah NTB. Hal itu dikarenakan tidak ditemukannya sapi dengan berat 1 ton di Lotim yang menjadi standar berat pembelian hewan kurban Presiden.

Seperti dikatakan Kepala Bidang Peternakan, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Lotim, Zulfan Ashari bahwa pada minggu lalu tim dari pusat dan juga provinsi telah turun langsung melakukan pemeriksaan calon sapi Presiden. Ternyata sapi yang diusulkan berjumlah dua ekor tidak memenuhi standar berat yang ditetapkan.

“Dua ekor sapi kita usulkan yakni yang di wilayah Lenek dan Loyok,” terangnya, Rabu (05/06/2024). Dua ekor sapi yang diusulkan Dikeswan Lotim belum dapat memenuhi kriteria berat yang ditetapkan, di mana sapi jenis Simental yang berasal dari Loyok hanya seberat 839 kilogram. Sementara sapi dari Lenek dengan jenis yang sama seberat 794 kilogram.

“Kita kalah dari Lombok Barat, ada sapi yang didapatkan seberat 1,40 ton. Untuk sapi bantuan Presiden itu sendiri yang dicari beratnya lebih satu ton, jadi itulah yang akan dibayar oleh Presiden,” ungkapnya.

- Advertisement -

Tidak adanya sapi dengan berat lebih dari satu ton diduga lantaran sapi yang telah diprioritaskan sebagai calon sapi Presiden dijual terlebih dahulu oleh peternaknya. Terdapat sapi seberat 900 kilogram lebih yang telah disiapkan dari tahun lalu, namun peternaknya lebih dulu menjualnya ke luar daerah.

“Ada yang 900 kilogram lebih kemarin disiapkan, tapi peternaknya tidak sabaran dan menjualnya ke kabupaten/kota lain. Jadi begitu tidak diambil oleh tim seleksi, dijual langsung oleh peternak,” katanya.

Tim dari Dikeswan sendiri sudah 3 tahun melakukan penelusuran terhadap sapi yang memiliki berat lebih dari satu ton. Bahkan diungkapkan Zulfan bahwa pada tahun sebelumnya ditemukan sapi yang seberat 1 ton di Lendang Batu, Kecamatan Sukamulia, namun dijual dan dipotong di Lombok Utara. “Dulu ada di Lendang Batu sapi seberat 1 ton lebih, saya juga yang rawat. Tapi pemiliknya menjualnya dan KLU yang dapat mendapatkan program sapi kurban itu,” jelasnya.

Sapi yang dibeli oleh Presiden itu pun dibayarkan sesuai beratnya, di mana dalam 1 kilogram dibeli seharga Rp100 berat dalam kondisi hidup. Untuk itu, Dikeswan dalam memenuhi standar 1 ton sapi kurban Presiden, Zulfan meminta kepada peternak untuk menjaga dan merawat sapi yang memiliki bobot kurang dari satu ton dalam jangka satu tahun.

“Kita harapkan peternak ini bisa lebih bersabar dalam merawat sapinya yang kurang dari satu ton, sehingga nanti dapat dibeli oleh Presiden di tahun berikutnya. Sehingga tidak ada lagi sapinya dilelang dengan harga yang tidak sesuai,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer