BerandaLombok TimurPerempuan di Wanasaba Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Kabur Manfaatkan Jalan Gelap

Perempuan di Wanasaba Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Kabur Manfaatkan Jalan Gelap

Lombok Timur (Inside Lombok) – Seorang perempuan berinisial R (30) menjadi korban pelecehan seksual oleh orang tak dikenal saat melintas di jalan raya wilayah Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 19.00 Wita. Peristiwa terjadi saat korban mengendarai sepeda motor bersama rekannya di ruas jalan usai jembatan perbatasan Desa Kembang Kerang Daya dan Desa Karang Baru, dengan kondisi penerangan minim.

Kejadian bermula ketika korban tengah melaju menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba, seorang pria yang juga mengendarai sepeda motor mendekat dari arah belakang dan langsung melakukan aksi pelecehan sebelum melarikan diri.

Korban mengaku tidak sempat mengenali pelaku secara jelas karena kejadian berlangsung cepat dan membuatnya panik. Ia hanya sempat memperkirakan jenis kendaraan yang digunakan pelaku. “Semua terjadi begitu cepat, tiba-tiba ada pengendara dari belakang yang langsung melakukan tindakan itu. Saya tidak sempat melihat jelas motornya, mungkin NMAX atau PCX,” ungkap R.

Setelah kejadian, korban berteriak meminta pertolongan, namun tidak ada pengguna jalan lain yang berhenti karena kondisi jalan relatif sepi. Rekannya yang dibonceng kemudian mengambil alih kemudi karena korban dalam kondisi terguncang. Pelaku diketahui langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi, memanfaatkan kondisi jalan yang gelap.

“Dia langsung kabur dengan cepat. Jalanan juga gelap, jadi saya tidak bisa melihat dengan jelas,” katanya.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami tekanan psikologis dan trauma. Ia berharap terdapat rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi yang dapat membantu mengungkap identitas pelaku. “Saya berharap ada CCTV di sekitar sana supaya bisa jadi bukti dan pelaku bisa segera dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Peristiwa ini menambah kekhawatiran masyarakat terkait keamanan di jalan raya pada malam hari, terutama di wilayah dengan penerangan minim. Warga berharap adanya peningkatan pengawasan dan fasilitas penerangan guna mencegah kejadian serupa.

- Advertisement -

Berita Populer