Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) mengusulkan sejumlah sapi unggulan milik peternak lokal sebagai bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden RI untuk Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M. Salah satu sapi yang diusulkan memiliki bobot mencapai 1,24 ton dan berasal dari Kecamatan Gangga.
Kepala DKP3 KLU, Tresnahadi, mengatakan pihaknya telah mendata sapi-sapi yang memenuhi kriteria dari Sekretariat Presiden melalui koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi.
“Kami diminta oleh Dinas Peternakan Provinsi untuk mengusulkan sapi-sapi di Lombok Utara yang memenuhi syarat dibeli Bapak Presiden. Seperti tahun sebelumnya, kami mendata sapi dengan bobot terbaik untuk dikirim datanya ke pusat,” ujarnya, Kamis (24/4).
Berdasarkan data rekomendasi Calon Sapi Banmas Presiden per 9 April 2026, terdapat 11 ekor sapi potensial dari berbagai kecamatan. Sapi dengan bobot terbesar adalah jenis Simental milik Asmudin dari Dusun Gangga, Desa Genggelang, dengan bobot 1,24 ton (1.240 kg) dan kisaran harga Rp200 juta.
Selain itu, terdapat sapi Simental milik Ahmad Legiarto dengan bobot 1 ton, serta sapi jenis Limosin milik Harjono dan Sahrodi dengan bobot antara 800 hingga 950 kg. Sapi lokal jenis Bali seberat 450 kg milik Datu Adi Adianto dari Desa Sigar Penjalin juga masuk dalam daftar usulan.
Tresnahadi menegaskan keputusan akhir pemilihan sapi sepenuhnya berada di pihak kepresidenan, sementara DKP3 hanya memfasilitasi proses pengusulan. “Nanti penentuannya langsung dari pusat. Mereka yang akan memilih mana yang paling sesuai. Tugas kami adalah memfasilitasi dan membuat usulan saja,” jelasnya.
Ia berharap sapi asal KLU kembali terpilih sebagai hewan kurban Presiden tahun ini, sekaligus membuka peluang bagi peternak lokal. “Jika terpilih, kami akan menjembatani langsung komunikasi antara peternak dengan pihak kepresidenan,” pungkasnya.

