Lombok Tengah (Inside Lombok) – Siswa SDN Tambing Kekeq, Desa Aiq Beriq, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng), belum menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak diluncurkan pada 2025. Selain itu, sekolah tersebut juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas belajar mengajar.
Ketua Tastura Mengajar, Lalu Gitan Prahana, mengatakan belum tersalurkannya program MBG ke sekolah tersebut disebabkan lokasi yang jauh dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Sejak ada MBG siswa di Tambing Kekeq belum pernah mendapatkan merasakan program MBG,” katanya, Selasa (21/4/2026).
Ia menilai wilayah pelosok seperti Tambing Kekeq seharusnya menjadi prioritas penerima program, mengingat masih terdapat persoalan gizi dan kondisi ekonomi masyarakat yang rentan. “Di sisi lain, tingkat penerimaan program MBG di masyarakat ini pasti tinggi dan akan antusias mengingat rata-rata di sini memiliki ekonomi rentan,” imbuhnya.
Gitan juga menyebut para siswa sangat mengharapkan program tersebut hadir di sekolah mereka. Namun, ia menegaskan kebutuhan mendesak saat ini adalah penambahan ruang kelas dan fasilitas pembelajaran yang memadai.
Menurutnya, SDN Tambing Kekeq saat ini hanya memiliki tiga ruang kelas yang digunakan untuk enam rombongan belajar. “Tapi memang ruang kelas jauh lebih penting di sana. mereka hanya memiliki 3 ruangan dan dibagi menjadi 6 kelas. Belum lagi soal fasilitas penunjang pembelajaran yang masih sangat minim,” tandasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penyaluran program MBG maupun penambahan fasilitas di sekolah tersebut.

