Mataram (Inside Lombok) – KONI DKI Jakarta melakukan kunjungan strategis ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meninjau kesiapan infrastruktur dan akomodasi menjelang PON Nusa Tenggara XXII/2028. Kunjungan ini mencakup pengecekan fasilitas penginapan dan calon venue pertandingan guna memastikan standar penyelenggaraan terpenuhi.
Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menyampaikan bahwa rombongan dari Jakarta diajak meninjau berbagai fasilitas pendukung, mulai dari hotel berbintang hingga sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi venue PON 2028. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kualitas sebagai tuan rumah serta memberikan kenyamanan bagi atlet dan ofisial yang akan berpartisipasi.
“Kita tidak boleh gagal sebagai tuan rumah PON 2028. Persiapan ini sangat serius. Karena itu, sinergi antara NTB, NTT, dan KONI DKI Jakarta harus terus dipupuk. Koordinasi rutin wajib kita lakukan minimal dua bulan sekali,” ujar Mori Hanafi seusai rapat koordinasi.
Selain peninjauan, KONI DKI Jakarta bersama pihak tuan rumah menggelar rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi terkait standar penyelenggaraan. Dalam skema ini, DKI Jakarta diproyeksikan menjadi daerah penyangga dengan menyelenggarakan 14 cabang olahraga yang sarana dan prasarananya belum sepenuhnya siap di NTB dan NTT.
Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid menegaskan pihaknya siap memberikan dukungan penuh sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta. Ia menyebut Jakarta akan menjadi penopang kebutuhan yang belum terpenuhi di daerah utama, termasuk penyediaan venue dengan fasilitas yang sudah tersedia dan hanya memerlukan penyesuaian terbatas.
Pembahasan juga menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seragam antarwilayah. Dengan waktu persiapan sekitar dua tahun, koordinasi berkelanjutan antara NTB, NTT, dan DKI Jakarta menjadi fokus utama dalam memastikan pembagian tugas berjalan efektif.
Penyelenggara menyatakan optimisme terhadap kesiapan PON Nusa Tenggara XXII/2028 melalui kolaborasi lintas daerah. Persiapan infrastruktur dan dukungan teknis terus ditingkatkan guna menjamin kelancaran penyelenggaraan serta mendorong pencapaian prestasi atlet di tingkat nasional.

