Disdikbud Lotim Tak Temukan Adanya Kasus Covid-19 Usai Belajar Tatap Muka

Penerapan protokol kesehatan di sekolah pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka, di Selong, Rabu (25/11/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) laksanakan monitoring pembelajaran tatap muka di sekolah yang ada di Lotim sejak dibuka pada (16/11) lalu. Sampai saat ini pihak Dikbud belum menemukan adanya siswa-siswi yang reaktif maupun positif covid-19.

Kepala Dikbud Lotim, Ahmad Dewanto Hadi mengatakan, proses evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut sudah dilakukan sejak lima hari lalu. Namun ada catatan di beberapa sekolah dalam penerapan protokol kesehatan yang harus diperbaiki pada minggu kedua.

“Hasil monitoring kita, masih ada beberapa sekolah yang belum melengkapi protokol kesehatannya dengan standar SOP dan Surat Edaran Bupati,” ujarnya, Selasa (25/11).

Dikatakannya, beberapa sekolah yang masih kurang lengkap protokol kesehatannya agar bisa dilengkapi pada minggu kedua. Tak hanya itu, jarak bangku belajar juga sangat diperhatikan, sehingga pelaksanaan protokol kesehatan sesuai standar betul-betul diperhatikan.

“sekolah yang kurang dengan protokol kesehatan sudah kita catat, kedepannya kita akan turun lagi monitoring untuk memastikan bahwa protokol sudah dilengkapi,” katanya.

Sehingga untuk pembelajaran selanjutnya, penerapan protokol kesehatan di setiap sekolah bisa mendekati sempurna. Adapun hingga saat ini belum ada laporan terkait adanya siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Mudah-mudahan tidak terjadi, sehingga kita rajin melaksanakan monitoring agar protokol kesehatan berjalan dengan baik dan tidak ada siswa-siswi yang terpapar,” jelasnya.

Adapun persiapan pembelajaran semester genap pada tahun 2021 mendatang sudah disiapkan dari sekarang. Sehingga pembelajaran semester genap pada tahun 2021 bisa dilaksanakan secara tatap muka.

“Melihat kondisi yang seperti ini, aktivitas pembelajaran tatap muka bisa kita lanjutkan,” imbuhnya.