Hati-hati Angin Kencang di NTB Hingga 21 Februari

Citra Satelit Suhu Udara Indonesia 19 Februari 2019 (Inside Lombok/BMKG BIL)

Mataram (Inside Lombok) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok (BIL) merilis peringatan dini cuaca Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk tanggal 19 – 21 Februari 2019, Selasa (19/02/2019). Dalam rilis tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap cuaca di NTB untuk tiga (3) hari kedepan.

Sampai dengan 21 Februari mendatang, NTB dilaporkan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang dan/atau lebat disertai kilat/petir. Serta besar kemungkinan terjadinya angin kencang pada pagi, siang hingga malam di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu dan Bima.

Selain itu, tinggi gelombang akan berkisar pada 0.25 sampai dengan 2.0 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, dan Samudra Hindia di bagian selatan NTB.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi BIL, I Putu Sumiana, menerangkan bahwa kondisi cuaca tersebut karena Suhu Muka Laut (SST) di sekitar NTB berkisar antara 27 – 31 Celcius, dengan anomali SST sekitar (0.5 – 2.0 Celcius), kelembaban yang cukup basah dari lapisan 850 hingga permukaan serta kecepatan angin maksimum mencapai 30 Km/Jam. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah NTB.

“Masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti terjadinya genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, jalanan yang licin, gelombang yang tinggi untuk penyebrangan, serta agar selalu memerhatikan informasi dari BMKG khususnya informasi peringatan dini cuaca,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi BIL, Nanang Buchori dalam siaran pers yang diterima Inside Lombok, Selasa (19/02/2019).

Sekitar pukul 12.30 siang, Selasa (19/02/2019) sendiri BMKG BIL mencatat angin puting beliung yang terjadi selama lima (5) menit di wilayah Praya bagian timur-tenggara. Angin puting beliung tersebut terjadi karena adanya kumpulan awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Praya. Belum ada laporan kerugian materil maupun jiwa terkait angin puting beliung tersebut. Namun BMKG mengimbau masyarakat agar tetap hati-hati untuk tiga hari kedepan.