Harus Waspada Terjangkit Virus Rabies

proses Eliminasi dan pengambilan sampel otak anjing rabies di Kecamatan Manggelewa, Dompu (Inside Lombok/Istimewa)

Mataram (Inside Lombok) – Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR), khususnya anjing, yang semula terkonsentrasi di Kabupaten Dompu, dilaporkan meluas hingga ke Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dinas Kesehatan (Dikes) Nusa Tenggara Barat (NTB) setidaknya mencatat ada 14 orang yang dirawat karena gigitan anjing.

Hingga 17 Februari kemarin, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB telah menggambil 19 sampel otak HPR untuk dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar Bali untuk dilakukan uji laboratorium.

“Memang ada gigitan di Kabupaten Bima, tapi hasilnya tidak ada yang positif rabies,” ujar Kepala Disnakkeswan NTB, Budi Septiani, kepada Inside Lombok, Selasa (19/02/2019).

Namun untuk mengantisipasi kemungkinan rabies, 14 orang yang dilaporkan mendapat gigitan HPR di Bima tersebut telah mendapat Vaksin Anti Rabies (VAR). Laporan gigitan terbanyak terjadi di Kecamatan Donggo dan Kecamatan Sanggar dengan masing-masing sebanyak lima (5) orang.

Sebelumnya Disnakkeswan NTB telah merilis status siaga rabies di Kabupaten Bima pada Minggu (17/02/2019), mengingat letak geografis kedua kabupaten tersebut yang saling bertetangga. Terutama beberapa kecamatan di Bima yang berbatasan langsung dengan Dompu, diantaranya Kecamatan Madapangga, Donggo, Sanggar, dan Tambora.

“Hal ini mengingat jumlah populasi HPR di Bima, saat ini mencapai 16.100 ekor,” ujar Budi dalam rilis tersebut.

Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya virus rabies, Disnakkeswan Kabupaten Bima telah bantuan VAR sebanyak 2.000 dosis serta 100 gram stichnine.

Berbeda dengan di Bima, Disnakkeswan menemukan empat (4) sampel otak dari anjing yang dinyatakan positif rabies. Empat (4) sampel tersebut didapatkan dari 19 sampel otak dari anjing yang menggigit 19 orang korban di Kabupaten Sumbawa.

Laporan gigitan pertama di Kabupaten Sumbawa terjadi pada tanggal 31 Januari 2019, dimana seekor anjing tiba-tiba menyerang seorang warga Desa Labuhan Aji, Kecamatan Tarano, Sumbawa. Setelah itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa menerima 18 laporan serupa yang terjadi di Kabupaten Sumbawa.

19 korban gigitan tersebut telah diberikan VAR. Untuk memutus penyebaran virus rabies tersebut, Pemda Kabupaten Sumbawa gencar melakukan program pengendalian jumlah HPR. Mengingat di Sumbawa ada sekitar 26.100 ekor anjing yang diduga sebagai HPR. Selain itu, Disnakkeswah NTB juga telah memberikan bantuan 100 gram stichnine kepada Pemda Sumbawa untuk mengendalikan jumlah populasi HPR tak berpemilik.

Sebagai langkah antisipasi, dinas terkait juga telah menerima bantuan VAR sebanyak 3.200 dosis dari Kementrian Pertanian. Vaksin tersebut dikonsentrasikan terutama di kecamatan dengan risiko rabies tertinggi, yaitu Kecamatan Tarano dan Kecamatan Empang.