26.5 C
Mataram
Minggu, 25 Februari 2024
BerandaSosokJadi Caleg Muda di Loteng, Kemas Omi Andrian: Pengabdian Bukan Hanya Saat...

Jadi Caleg Muda di Loteng, Kemas Omi Andrian: Pengabdian Bukan Hanya Saat Kampanye

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Panggung pemilihan umum legislatif (pileg) tahun 2024 tak lama lagi. Tidak hanya wajah-wajah lama saja yang mengisi kontestasi kali ini, melainkan figur muda juga turut ambil peran.

Salah satunya, Kemas Omi Andrian, S.Pd., S.H., pemuda 27 tahun yang masuk dalam jajaran caleg muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dari Dapil Kecamatan Kopang – Janapria.

Omi sapaan akrabnya, mengawali karier sebagai founder salah satu komunitas sosial di NTB. Kariernya sebagai aktivis sosial ini cukup moncer. Komunitas (Sedekah Tunai Madani) yang ia dirikan sejak 2016 ini sudah memiliki relawan di semua kabupaten/kota di NTB hingga NTT dan Makassar.

Keberhasilan caleg DPRD Loteng nomor urut 4 itu menjalankan berbagai program kemanusiaan baik bantuan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga pembangunan rumah ibadah di pelosok membuat namanya semakin mencuat. Tidak hanya itu, ia juga dikenal sebagai pengusaha muda di bidang media advertising dan akomodasi pariwisata di Lotim.

- Advertisement -
Kemas Omi Andrian saat berkunjung ke masyarakat. (Inside Lombok/Ist)

Omi pun menyampaikan alasannya turun dalam kontestasi politik 2024, karena ingin bisa memperjuangkan suara masyarakat terutama suara milenial. “Saya berniat mengabdikan diri untuk mewakili mereka yang mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya kaum muda. Saya ingin memastikan bahwa pemuda Loteng memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan serta mewujudkan cita-citanya, baik dalam mendapatkan pekerjaan dan membangun usahanya. Hal ini tentu dapat meningkatkan ekonomi kedepannya,” ujarnya.

Omi menilai semangat dan ide dari generasi muda sangat dibutuhkan. Menurutnya, anak muda harus mengambil bagian karena saat ini secara demografi 60 persen pemilih adalah anak muda. “Generasi muda itu ide dan gagasannya out of the box, jadi harus mengambil bagian tentu demi kepentingan dan kemajuan bersama kedepannya,” ujarnya.

Ia pun berharap nantinya bisa memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, penciptaan lapangan kerja dan wirausahawan muda, peningkatan infrastruktur dan pelestarian budaya. “Saya berharap bisa memaksimalkan berbagai hak dan kepentingan masyarakat dibidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya demi kemajuan daerah kedepannya,” pungkasnya. (r)

- Advertisement -

Berita Populer