Industri Pariwisata Loteng Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

294
Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Muhammad Hatta, Senin (8/6/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti).

Lombok Tengah (Inside Lombok)-  Sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah bersiap menuju new normal atau pola hidup baru yang beradaptasi dengan Covid-19. Terkait hal itu, pelaku pariwisata diajak bersama untuk menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Muhammad Hatta, Senin (8/6/2020) menerangkan, sebelum menuju new normal, pihaknya terlebih dahulu akan menuju fase pra new normal.

“Lombok Tengah (pariwisata) akan terapkan pra new normal. Persiapan dulu langkah-langkah untuk menuju syarat new normal”,katanya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan tim Satgas penanganan Covid-19 di tingkat desa yang memiliki objek wisata untuk persiapan new normal ini.

“Ini beberapa langkah yang akan kita lakukan menuju new normal di tahap pra new normal”,katanya.

Selanjutnya, pengelola wisata diharapkan melakukan sterilisasi wilayahnya dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Setelah itu pelaku wisata wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Misalnya pengunjung yang datang diperiksa dengan alat termogan (untuk deteksi suhu tubuh). Kalau tidak pakai master berikan masker yang disiapkan atau suruh balik, tempat cuci tangan di parkir”,lanjutnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan simulasi pra new normal tersebut pada pekan ini. Tiga objek wisata yang akan menjadi sampel pra new normal ini, diantaranya adalah Selong Belanak untuk wisata pantai, air terjun Benang Stokel untuk wisata alam dan pemandian Aik Bukak untuk wisata buatan.

“Rencananya Minggu ini akan dilakukan simulasi dan akan libatkan juga pihak terkait seperti PHRI”,katanya.

Diterangkan bahwa simulasi ini dilakukan untuk membentuk kebiasaan menerapkan protokol kesehatan di objek wisata. Waktu yang dibutuhkan untuk simulasi ini diperkirakan sekitar satu Minggu. Hingga akhirnya semua objek pariwisata diharapkan bisa siap untuk menerapkan hal yang sama.

“Wisatawan juga tidak akan datang kalau objek wisata tidak aman”, demikian Muhammad Hatta.