Mataram (Inside Lombok) – Lomba Tadarus Al-Quran tingkat pelajar Kota Mataram yang rutin digelar setiap Ramadan dipastikan tidak terlaksana pada 2026. Kegiatan tersebut dihapus dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) akibat kebijakan efisiensi anggaran tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, membenarkan bahwa anggaran lomba tadarus tidak tersedia dalam DPA 2026. Program yang sebelumnya telah direncanakan itu terdampak kebijakan efisiensi sehingga tidak dapat dijalankan.
“Tadarus sekarang anggarannya tidak ada. Jadi sedang tidak ada di anggaran karena efisiensi, di DPA itu terhapus dia,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi via telepon.
Yusuf mengaku terkejut dengan penghapusan anggaran tersebut karena lomba tadarus merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Mataram. “Saya juga terkejut kemarin tidak ada. Pada saat efisiensi anggaran tidak ada anggarannya. Itu program unggulan pak wali kenapa bisa terhapus,” katanya.
Ia menjelaskan, anggaran kegiatan tadarus pelajar sebelumnya sekitar Rp200 juta yang berada di bidang kebudayaan. Jika tidak dilaksanakan pada 2026, Dinas Pendidikan berharap kebijakan efisiensi dapat berkurang sehingga kegiatan tersebut bisa kembali dialokasikan pada 2027. “Mudah-mudahan tahun depan efisiensi mulai bisa dikurangi,” katanya.
Menurut Yusuf, lomba tadarus memiliki misi sebagai sarana evaluasi kemampuan baca tulis Al-Quran siswa sekaligus penguatan mental spiritual dan etika generasi muda. “Lomba ini mengadu mental kan. Jadi ada etika baca Al-Qur’an yang baik dan benar itu yang dilombakan,” katanya.
Sebagai alternatif, Dinas Pendidikan merencanakan kegiatan tadarus internal di kantor dengan mengundang kepala sekolah untuk salat tarawih bersama selama sepekan sebelum libur Lebaran. “Mungkin nanti diadakan tadarusan di kantor. Ini bukan lomba. Kita mengundang kepala sekolah dan salat tarawih bersama. Jadwalnya sedang disusun bersama ketua K3S,” tambah Yusuf.

