26.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Maret 2026
BerandaMataramRSUD H. Moh. Ruslan Mataram Buka Layanan Vaksin Internasional

RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Buka Layanan Vaksin Internasional

Mataram (Inside Lombok) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan Kota Mataram membuka layanan vaksin internasional sebagai inovasi untuk menambah sumber pendapatan di luar klaim BPJS Kesehatan. Layanan ini mulai dioperasikan sejak Februari 2026 dan ditujukan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri.

Direktur RSUD Kota Mataram, Eka Nurhayati, mengatakan layanan tersebut dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama bagi calon pelaku perjalanan internasional seperti jamaah umrah.

“Kita memenuhi kebutuhan masyarakat. Kita kan berada di Ibu kota provinsi kenapa kita tidak menyiapkan itu,” kata Eka, Jumat (6/3).

Ia menjelaskan layanan vaksin internasional ini langsung dimanfaatkan masyarakat setelah dibuka, terutama oleh calon jamaah umrah yang membutuhkan vaksin sebagai syarat perjalanan ke luar negeri. “Kita buka dan calon jamaah umrah banyak yang menggunakan itu,” katanya.

Eka menambahkan RSUD H. Moh. Ruslan telah mengantongi izin resmi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk menerbitkan sertifikat vaksin internasional atau Yellow Card. Menurutnya, proses mendapatkan izin tersebut tidak mudah karena adanya kuota terbatas bagi fasilitas kesehatan.

“Beruntung saat itu masih ada satu slot izin yang tersedia di KKP, langsung kami ambil dan urus izinnya. Sekarang, RSUD H. Moh. Ruslan sudah legal melayani vaksinasi internasional,” kata dr. Eka.

Ia menyebut layanan ini menyasar calon jamaah haji dan umrah yang memerlukan vaksin meningitis serta masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke negara dengan persyaratan vaksin tertentu.

“Semua vaksin yang dibutuhkan orang – orang untuk traveling ke negara A, B, C termasuk umrah,” katanya.

Terkait tarif, Eka menegaskan biaya vaksinasi mengikuti ketentuan pemerintah sehingga tidak berbeda dengan fasilitas kesehatan resmi lainnya.

“Untuk tarif tidak boleh dibedakan, ada aturan baku dari pemerintah. Sistemnya juga sangat ketat, proses suntik harus dilakukan di tempat (faskes) karena titik koordinatnya terpantau melalui GPS,” katanya.

Menurutnya, layanan vaksin internasional ini diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi rumah sakit, meskipun manajemen belum menetapkan target pendapatan secara spesifik. “Sumber pendapatan baru bagi rumah sakit,” tegasnya.

Ia juga mengakui tren perjalanan internasional saat ini sedikit terpengaruh oleh ketegangan konflik di wilayah Timur Tengah yang menyebabkan sebagian rencana perjalanan masyarakat tertunda.

“Awalnya kami sangat optimistis di pembukaan bulan Februari. Namun, dengan situasi perang di Timur Tengah saat ini, perjalanan orang tentu ada yang tertunda,” paparnya.

- Advertisement -

Berita Populer