Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan Elpiji bersubsidi untuk memastikan distribusi tetap normal pasca Idulfitri. Hasil sidak menunjukkan stok Elpiji 3 kilogram dalam kondisi aman meski terjadi lonjakan permintaan di masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Lotim, Hadi Fathurrahman, mengatakan tingginya kebutuhan membuat Elpiji cepat habis di tingkat pangkalan, namun kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan pasokan. “Stok Elpiji Bersubsidi sebenarnya aman. Penyaluran tetap dilakukan setiap hari dengan volume mencapai 52 ton, bahkan sejak 17 Maret sudah ada penambahan pasokan,” ujarnya usai sidak.
Ia menjelaskan, peningkatan konsumsi dipicu aktivitas rumah tangga selama Lebaran, seperti memasak dan membuat kue, yang berdampak pada percepatan distribusi di lapangan. Berdasarkan koordinasi dengan SPBE di wilayah Sikur dan Pertamina, penyaluran tetap berjalan lancar.
“Pertamina juga sudah melakukan extra dropping hingga 50 persen dari biasanya. Ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.
Dalam sidak tersebut, Disdag juga memastikan tidak ditemukan praktik penimbunan oleh agen maupun pangkalan. Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu gangguan distribusi. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan. Dengan tambahan pasokan ini, kami optimistis harga akan segera kembali normal,” tegasnya.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi dengan pihak terkait agar distribusi Elpiji di Lotim tetap terjaga dan kembali stabil.

