BerandaLombok UtaraPemda KLU Matangkan Hibah Pusat untuk Pembangunan Pelabuhan Teluk Nare

Pemda KLU Matangkan Hibah Pusat untuk Pembangunan Pelabuhan Teluk Nare

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus mematangkan rencana pembangunan Pelabuhan Teluk Nare di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang. Melalui Dinas Perhubungan bersama Bappeda KLU, pemerintah daerah (Pemda) melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Keuangan RI di Jakarta untuk membahas skema hibah pembangunan pelabuhan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung pekan ini difokuskan pada pembahasan mekanisme hibah serta pemenuhan dokumen teknis yang menjadi syarat pemerintah pusat. “Pertemuan dengan Kemenkeu hari ini fokus pada pembahasan skema hibah dan kelengkapan dokumen teknis. Kami ingin memastikan prosesnya berjalan sesuai regulasi agar pembangunan bisa segera terealisasi,” ujarnya, Rabu (13/5).

Kehadiran Bappeda KLU dalam pertemuan tersebut bertujuan menyelaraskan rencana hibah dengan dokumen perencanaan daerah. Pemda menilai integrasi program pembangunan pelabuhan penting untuk mendukung pengembangan wilayah dan sektor pariwisata di KLU dalam jangka panjang.

Pelabuhan Teluk Nare dinilai memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk alternatif wisatawan sekaligus jalur distribusi logistik menuju kawasan Malaka dan sekitarnya. “Kalau pelabuhan ini terbangun, dampaknya langsung terasa ke masyarakat. Akses lebih mudah, biaya logistik turun, dan peluang usaha baru terbuka,” ungkapnya.

Dalam pembahasan tersebut, Pemda juga memaparkan sejumlah dokumen penting, mulai dari studi kelayakan atau feasibility study (FS), Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga dokumen lingkungan. “Dari pihak Kemenkeu merespons positif paparan tersebut dan meminta pemda untuk segera melengkapi dokumen pendukung lainnya untuk tahap verifikasi lanjutan,” katanya.

Pemda KLU menargetkan seluruh proses administrasi hibah dapat diselesaikan tahun ini. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik Pelabuhan Teluk Nare ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027. “Kami optimis. Dukungan dari pusat sangat penting untuk mendorong pemerataan pembangunan di KLU, terutama di wilayah pesisir yang selama ini belum tergarap maksimal,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer