BerandaLombok TimurPenyuluhan Stunting dan Narkoba, TMMD di Lotim Tak Hanya Bangun Infrastruktur

Penyuluhan Stunting dan Narkoba, TMMD di Lotim Tak Hanya Bangun Infrastruktur

Lombok Timur (Inside Lombok) – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Lombok Timur (Lotim) kembali digelar dengan fokus tidak hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan stunting dan pencegahan narkoba. Program ini dinilai menjadi solusi percepatan pembangunan desa yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran, sebagaimana disampaikan dalam pembukaan TMMD di Lapangan Umum Suralaga, Rabu (22/01/2026).

Sekretaris Daerah Lotim, Juaini Taofik, menyatakan bahwa TMMD selalu dinantikan masyarakat, khususnya desa yang kesulitan merealisasikan usulan pembangunan melalui dana desa maupun swadaya.

“Program ini memang selalu ditunggu masyarakat. Selama ini banyak usulan tidak bisa diakomodir melalui dana desa maupun gotong royong karena keterbatasan biaya. Karena itu kepala desa terus berupaya agar wilayahnya bisa masuk TMMD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program ini mampu mempercepat pembangunan yang secara normal membutuhkan waktu hingga 5 sampai 10 tahun. Selain itu, efisiensi anggaran juga dinilai signifikan karena sistem swakelola dan partisipasi masyarakat.

“Kalau dibandingkan dengan proyek biasa, penghematan bisa mencapai 30 persen bahkan lebih dari 50 persen, karena dikelola secara swakelola dan melibatkan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga keterlibatan masyarakat serta dampak non-fisik. Ia menegaskan pentingnya penyuluhan langsung kepada masyarakat terkait stunting dan bahaya narkoba.

“Stunting itu terjadi di rumah tangga, bukan di kantor. Maka penyuluhannya harus langsung ke masyarakat. Begitu juga dengan narkoba yang angkanya cukup tinggi di Lombok Timur,” katanya.

Sementara itu, Kasi Ter Korem 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Irawan Agung Wibowo, menyampaikan bahwa TMMD bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui pembangunan bersama di wilayah sulit dan tertinggal.

“TMMD ini bertujuan membangun kebersamaan antara TNI dan masyarakat, sehingga mampu mempercepat pembangunan di wilayah yang tergolong sulit, tertinggal, maupun terisolasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada TMMD ke-138, sasaran fisik meliputi pembangunan jalan usaha tani sepanjang 60 meter dengan konstruksi beton serta talud sepanjang 1,1 kilometer di sisi jalan. Selain itu, dilakukan pembangunan MCK, perbaikan rumah tidak layak huni, pembuatan sumur bor, serta penghijauan melalui penanaman pohon.

Untuk kegiatan non-fisik, TMMD menghadirkan berbagai penyuluhan dan program pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan. Irawan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lotim atas dukungan yang diberikan.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lotim yang telah memberikan dukungan baik dari sisi anggaran, tenaga, maupun fasilitas lainnya. Sinergi ini sangat penting untuk mencapai tujuan bersama,” katanya.

Melalui pelaksanaan TMMD, diharapkan kesejahteraan masyarakat meningkat, kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat, serta sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen pembangunan terus terjaga.

- Advertisement -

Berita Populer