Lombok Utara (Inside Lombok)- Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bergerak cepat memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tetap terjaga. Langkah ini menyusul adanya peralihan manajemen operasional pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah KLU akibat persoalan hukum terkait sengketa lahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) KLU, Sahabudin, menyampaikan apresiasi atas langkah responsif PT Pertamina Patra Niaga yang langsung mengambil alih kendali operasional SPBU guna mencegah terjadinya kelangkaan BBM.
”Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina yang sudah berkenan untuk handle operasional 3 SPBU yang sempat ditutup beberapa waktu lalu akibat putusan pengadilan,” ujarnya, Senin (27/4).
Berdasarkan dokumen resmi Nomor: 374/PND800000/2026-S3, PT Pertamina Patra Niaga telah menerbitkan surat pemberitahuan mengenai pengambilalihan operasional SPBU 54.833.09 yang berlokasi di Kecamatan Kayangan. Begitu juga dengan SPBU 54.883.05 di Pemenang dan SPBU 54.833.12 Tanjung. Langkah ini diambil setelah adanya eksekusi pengosongan lahan oleh Pengadilan Negeri Mataram pada 15 April 2026.
Sahabudin menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan hak masyarakat untuk mendapatkan akses energi tidak terganggu oleh perselisihan hukum yang sedang berlangsung.
”Pertamina juga sudah memberikan surat edaran terkait hal itu. Harapan kami tentu permasalahan ini bisa secepatnya selesai, agar ke depannya pelayanan bisa kembali normal sepenuhnya tanpa ada kendala distribusi,” tuturnya.
Langkah pengambilalihan ini merupakan bagian dari klausul mitigasi dalam perjanjian kemitraan, di mana Pertamina berhak menghentikan sementara atau mengambil alih operasional jika pengelola terlibat perselisihan dengan pihak lain yang mengganggu distribusi BBM ke masyarakat.
“Dengan pengalihan operasional ini, masyarakat di Pemenang, Tanjung, Kayangan dan sekitarnya diimbau untuk tidak panik, karena stok dan distribusi BBM di SPBU terkait dipastikan tetap berjalan di bawah pengawasan langsung PT Pertamina Patra Niaga,” pungkasnya.

