Lombok Utara (Inside Lombok) – Persoalan krisis air bersih Kawasan destinasi wisata Gili Meno, Desa Gili Indah, terus menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara (KLU). Meski sempat terkendala pencabutan izin operasional perusahaan penyalur pada 2024 lalu. Bupati KLU, Najmul Akhyar, menegaskan bahwa pelayanan dasar bagi warga dan wisatawan tidak boleh terhenti.
Dua tahun lamanya persoalan air bersih di kawasan tersebut masih menjadi salah satu fokus Pemkab KLU. Hingga saat ini, distribusi air bersih ke pulau tersebut masih terus diupayakan melalui penyaluran dari daratan guna mengisi celah kebutuhan yang ada.
“Kalau dari kita di pemerintah daerah, insyaallah kita akan upayakan semaksimal mungkin air ini tetap bisa sampai ya karena tidak boleh ada semacam kekosongan,” ungkap Najmul Akhyar, Senin ( 27/4).
Bahkan Pemkab KLU telah berkomitmen mencarikan solusi permanen. Melalui sinergi antara PDAM Amerta Dayan Gunung dan PT Tiara Citra Nirwana (TCN), fokus utama dialihkan pada pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih menggunakan teknologi beach well (sumur pantai) yang dinilai lebih ramah lingkungan untuk kawasan Gili Meno dan Gili Trawangan.
Terkait progres detail pembangunan fisik di lapangan, Najmul Akhyar memilih untuk memberikan ruang bagi tim teknis yang sedang melakukan koordinasi intensif. “Mungkin saya serahkan kepada kawan-kawan yang merunding ini (progres kelanjutan beach well,red),” katanya.
Langkah percepatan ini dipastikan tidak akan menabrak rambu-rambu regulasi. Ia menekankan pentingnya pendampingan hukum agar proyek strategis ini tidak menyisakan masalah di kemudian hari. Komunikasi dengan berbagai instansi vertikal dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus dilakukan.
”Sistem ini tentu membutuhkan kesepakatan-kesepakatan. Kami melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Dinas Lingkungan Hidup (LH). Tujuannya satu, pemerintah bisa melayani masyarakat dengan maksimal, tetapi tidak ada aturan yang dilanggar,” jelasnya.
Sementara itu, untuk pasokan air dipastikan tetap menjangkau wilayah Gili Meno, sembari menunggu rampungnya infrastruktur yang lebih mumpuni. Sehingga masyarakat agar tetap optimis. ”Mereka (warga) tetap dapat pasokan air bersih, tinggal sekarang bagaimana kita memanfaatkannya dengan bijak dan baik,” pungkasnya.

