BerandaMataramDua Orang Masih Jalani Perawatan Medis, Keberangkatan Lima Jemaah Haji NTB Ditunda

Dua Orang Masih Jalani Perawatan Medis, Keberangkatan Lima Jemaah Haji NTB Ditunda

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak lima jemaah calon haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menjalani perawatan dan ditunda keberangkatannya akibat berbagai kondisi kesehatan, termasuk anemia, gagal ginjal stadium tiga, dan gangguan irama jantung. Dua di antaranya berasal dari kloter 8 Kabupaten Lombok Barat dan direncanakan diberangkatkan pada kloter selanjutnya setelah pulih.

Ketua Tim Kerja IV BKK Kelas 1 Mataram, dr. Ferry Wardhana, mengatakan salah satu jemaah dengan gangguan irama jantung akan menjalani operasi pemasangan alat pada Sabtu (2/5/2026). “Untuk gangguan irama jantung ini akan dilakukan pemasangan alat di jantungnya. Ini juga setelah dioperasi kondisinya bagus akan berangkat dengan kloter yang terakhir. Hari Sabtu (2/5/2026) akan dioperasi,” katanya, Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan masa pemulihan pascaoperasi diperkirakan sekitar tujuh hari. Jamaah dapat diberangkatkan apabila kondisi kesehatannya stabil, mengingat masih terdapat tujuh kloter yang belum diberangkatkan. “Perkiraan tujuh hari sudah bisa dan kalau kondisi stabil sudah bisa langsung berangkat,” tegasnya.

Dengan penundaan dua jemaah dari kloter 8, total terdapat lima jamaah yang saat ini dirawat intensif di RSUD Provinsi NTB. Rinciannya, tiga orang berasal dari kloter 7 dan dua orang dari kloter 8. Sementara itu, tiga jamaah lainnya telah berada di Asrama Haji Embarkasi Lombok dan menunggu jadwal keberangkatan.

“Yang di rumah sakit lima ada orang, diantaranya tiga orang jemaah kloter 7, dan dua orang Kloter 8. Tiga orang di asrama ini sudah sembuh dan tinggal menunggu antrean saja,” kata dr. Ferry.

Ia menambahkan, tiga jemaah yang berada di asrama haji telah dinyatakan layak terbang, namun jadwal keberangkatan menjadi kewenangan Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB. “Pemberangkatannya itu nanti tergantung Kemenhaj,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian jamaah yang dirawat sudah memiliki riwayat sakit sejak di daerah asal akibat kurang istirahat. Ia mengimbau jamaah yang belum diberangkatkan, khususnya dari Pulau Sumbawa, agar menjaga kondisi dengan cukup istirahat sebelum keberangkatan. “Kalau saran saya ya, tiga atau empat hari sebelum keberangkatan harus istirahat. Karena perjalanan jauh. Kalau jamaah yang sudah terlalu lelah itu dan dilakukan pemeriksaan itu kondisinya rata-rata penyakit keluar semua,” pungkasnya.

Saat ini, proses pemantauan kesehatan jemaah terus dilakukan, dan pemberangkatan akan menyesuaikan dengan kondisi medis masing-masing serta jadwal kloter yang tersedia.

- Advertisement -

Berita Populer