BerandaLombok TimurPerkuat Status UNESCO, NTB Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani

Perkuat Status UNESCO, NTB Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun, Lombok Timur, Sabtu (2/5/2026), sebagai upaya memperkuat posisi dalam jaringan UNESCO Global Geopark dunia. Peresmian dilakukan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, melalui pemukulan gong, menandai pengelolaan geopark yang lebih terintegrasi berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Iqbal menegaskan, Gunung Rinjani merupakan warisan dunia yang harus dijaga tanpa kompromi. Ia menyebut keberadaan pusat informasi tidak sekadar fasilitas fisik, tetapi menjadi pusat data dan pengetahuan yang menghubungkan aspek geologi, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat.

“Rinjani bukan sekedar destinasi wisata. Ini adalah identitas, sumber kehidupan, sekaligus bagian dari warisan dunia. Tidak boleh ada kompromi terhadap kelestariannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, narasi besar seperti letusan Gunung Samalas akan menjadi bagian dari penguatan posisi Rinjani sebagai laboratorium alam dunia. “Dari sini, kita membangun narasi besar Rinjani kepada dunia sebagai pusat edukasi, konservasi, dan peradaban yang hidup,” ujarnya.

Geopark Rinjani-Lombok yang mencakup lebih dari 20 geosite lintas kabupaten telah mempertahankan status Green Card UNESCO, sebagai indikator keberhasilan menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pengembangan ekonomi. Pemerintah daerah menegaskan akan meningkatkan kualitas pengelolaan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam.

“Kita ingin masyarakat di sekitar Rinjani sejahtera, tetapi tetap dalam kerangka menjaga alam. Kerusakan sekecil apa pun di Rinjani akan berdampak luas,” tegasnya.

General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, menjelaskan pembangunan pusat informasi merupakan tindak lanjut rekomendasi asesor UNESCO sekaligus penguatan kolaborasi lintas sektor. “Fasilitas ini menjadi simpul integrasi dalam menghubungkan konservasi, edukasi, dan ekonomi masyarakat dalam satu sistem yang berkelanjutan,” ujarnya.

Penguatan geopark juga diarahkan untuk mendorong ekonomi berbasis kawasan melalui pengembangan desa wisata, event internasional, serta pemberdayaan UMKM lokal. Ulfa, pelaku UMKM asal Sembalun, menyebut keterlibatan masyarakat membuka peluang ekonomi. “Kami tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian dari ekosistem ini. Dampaknya langsung terasa bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Usai peresmian, Iqbal meninjau fasilitas yang menampilkan data geologi, sejarah gunung api purba, serta lanskap budaya kawasan Rinjani. Pemerintah Provinsi NTB menegaskan penguatan Geopark Rinjani menjadi strategi jangka panjang untuk menjadikan NTB sebagai pusat pembelajaran global dan destinasi berkelanjutan.

“Ini bukan sekedar menjaga status UNESCO, tetapi memastikan Rinjani menjadi pusat pengetahuan dunia yang memberi manfaat bagi generasi hari ini dan masa depan,” tutupnya.

- Advertisement -

Berita Populer