BerandaMataramJemaah Haji NTB Alami Penurunan Nafsu Makan akibat Perbedaan Menu

Jemaah Haji NTB Alami Penurunan Nafsu Makan akibat Perbedaan Menu

Mataram (Inside Lombok) – Jemaah haji asal Provinsi NTB yang tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci dilaporkan mengalami penurunan nafsu makan akibat perbedaan cita rasa makanan di Arab Saudi. Meski demikian, secara umum kondisi jemaah masih dalam keadaan baik, dengan sejumlah kendala lain seperti cuaca, bahasa, dan lingkungan, disampaikan akhir pekan lalu.

Ketua Tim Kerja IV Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, dr. Ferry Wardhana, mengatakan makanan yang disediakan di Arab Saudi memiliki rasa yang berbeda dibandingkan dengan di daerah asal jemaah.

“Makanan di sini (di NTB red) berbeda dengan di Arab Saudi. Makanan kurang terasa di sana. Kalau di sini, kan, pedas dan itu yang menyebabkan kurang nafsu makan,” katanya.

Selain faktor makanan, jemaah juga menghadapi kendala lain seperti kesulitan berbahasa, kondisi lingkungan yang panas dan berdebu, serta lokasi yang baru sehingga berpotensi membuat jemaah tersesat. “Kendala bahasa, makanan, kendala lingkungan panas dan berdebu dan kemudian kendala tempat. Karena tempat yang baru jadi mudah tersesat,” ungkap dr. Ferry.

Ia menyebutkan, sejumlah jemaah mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti batuk, pilek, dan sesak napas yang dipicu kondisi cuaca dan debu. “Ini sudah mulai muncul karena di sana kan banyak debu, panas dan ada jemaah kita yang dari Bima banyak yang tersesat,” katanya.

Selain itu, petugas haji juga menerima laporan adanya jemaah embarkasi Lombok yang mengalami kondisi emosional hingga mengamuk. Hal tersebut diduga dipicu kelelahan, dehidrasi, serta faktor usia. “Dia merasa Lelah dan tidak tahu sedang di mana. Ada yang demensia juga sebenarnya. Kalau di sini, kondisi masih stabil. Jadi karena Lelah, dehidrasi dan ketemu orang banyak itu yang memicu gejala ini,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pemantauan terhadap kondisi jemaah terus dilakukan oleh petugas, termasuk penanganan terhadap kendala kesehatan dan adaptasi lingkungan selama berada di Tanah Suci.

- Advertisement -

Berita Populer