BerandaMataramDorong Perekonomian Daerah, NTB Perkuat Kualitas Ratusan Desa Wisata

Dorong Perekonomian Daerah, NTB Perkuat Kualitas Ratusan Desa Wisata

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat pengembangan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah dengan menitikberatkan pada kualitas dan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Hingga Jumat (8/5), jumlah desa yang mendeklarasikan diri sebagai desa wisata di NTB tercatat hampir mencapai 300 desa.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan antusiasme desa untuk masuk ke sektor pariwisata terus meningkat. Pemerintah provinsi, kata dia, mengawal pengembangan desa wisata melalui penguatan komponen destinasi, kelembagaan, sumber daya manusia, hingga strategi pemasaran.

“Sekarang sudah hampir 300 desa yang mendeklarasikan diri sebagai desa wisata. Kami di pemerintah provinsi mengawal langkah mereka, mulai dari pemenuhan komponen destinasi, penguatan kelembagaan, SDM, hingga strategi pemasarannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan desa wisata diintegrasikan dengan konsep Desa Berdaya agar sektor pariwisata mampu menjadi pemicu pertumbuhan sektor lain di tingkat desa. Pemerintah juga mulai membidik potensi wisata tersembunyi atau hidden gem guna memperluas pilihan destinasi bagi wisatawan.

“Tujuannya adalah kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi daerah dan PDRB. Kita arahkan ke quality tourism agar wisatawan yang datang memberikan spend money yang lebih besar, namun tanpa meninggalkan aspek kuantitas,” terangnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan rata-rata lama tinggal wisatawan di NTB. Menurut Ahmad Nur Aulia, salah satu tantangan yang dihadapi adalah pola kunjungan singkat, termasuk wisatawan kapal pesiar yang lebih banyak menginap di kapal.

“Kita sedang mengikhtiarkan memperbanyak atraksi dan aktivitas untuk menambah lama menginap. Tantangannya termasuk pola kunjungan sehari, seperti tamu kapal pesiar yang datang ribuan orang tapi menginapnya di kapal. Ke depan, kita dorong agar ada pola overnight di daratan,” ungkapnya.

Untuk mendukung target kunjungan wisatawan sebesar 2,5 juta pada Triwulan I, Pemprov NTB memfokuskan pasar wisatawan pada kawasan Australia, Asia, dan Oceania. Fokus tersebut dipilih berdasarkan tren belanja wisatawan yang dinilai positif serta didukung konektivitas penerbangan langsung.

“Kita fokus di sana karena sudah ada model konektivitas langsung. Meski begitu, kita tetap memantau perkembangan global tanpa mengabaikan potensi dari negara-negara lain. Intinya, kita ingin pariwisata NTB bergerak positif sepanjang tahun,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer