Lombok Barat (Inside Lombok) – Seekor sapi jantan bernama Rengganis atau “Ireng Gagah Manis” asal Lombok Barat dipilih Presiden Prabowo Subianto sebagai hewan kurban Idul Adha 2026. Sapi jenis simmental cross berwarna hitam putih itu memiliki bobot sekitar 1,1 ton dengan taksiran harga mencapai Rp136 juta.
Pemilik kandang, Atang, mengatakan sapi peliharaannya kembali dipilih sebagai bantuan presiden (Banpres) untuk Idul Adha dalam tiga tahun terakhir. Namun, ia mengakui bobot sapi tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akibat kondisi cuaca panas yang memengaruhi nafsu makan sapi tersebut.
“Kan cuaca pas kurang bagus (sangat panas, Red), sapi ini kurang lebih sekitar 4 hari dia kurang lahap makannya,” tutur Atang saat ditemui di kandangnya di wilayah Menang, Gerung, Selasa (12/05/2026).
Menurut Atang, sebelum Idulfitri lalu, bobot Rengganis sempat mencapai 1,3 ton. Saat ini, kondisi sapi disebutnya sudah semakin membaik, berat badannya kembali berangsur naik, dan tetap dalam keadaan sehat.
Atang menjelaskan, sapi miliknya yang dipilih untuk Banpres pada Idul Adha tahun sebelumnya terjual seharga Rp128 juta meski memiliki bobot lebih berat. Ia menilai kenaikan harga sapi di pasaran turut memengaruhi nilai jual sapi tahun ini. “Kemungkinan lebih mahal ini, karena memang kondisi harga sapi sekarang kan di mana pun lagi naik,” terangnya.
Atang mengaku bangga karena sapi-sapi peliharaannya beberapa kali dipilih menjadi sapi Banpres untuk Idul Adha. Ia menyebut perawatan rutin menjadi kunci menjaga kesehatan sapi, mulai dari menjaga kebersihan kandang, memandikan sapi secara rutin, hingga pemberian vitamin.
“Intinya dia (sapi, Red) nyaman. Harus rajin kita mandikan supaya badannya tidak gatal, otomatis dia nyaman untuk makan, tidak banyak nyamuk, dan kebersihan kandang ini, sama vitamin-vitaminnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, usaha memelihara sapi berukuran besar tersebut bermula dari hobi, sedangkan terpilihnya sapi untuk Banpres dianggap sebagai bonus dari proses perawatan yang dijalankannya.

