Lombok Utara (Inside Lombok) – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) meminta seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terjadinya bencana di musim hujan. Mengingat belakangan ini curah hujan di wilayah NTB, termasuk KLU masih tinggi. Bahkan menyebabkan pohon tumbang, tower tumbang, hingga longsor.
Kepala BPBD KLU, M. Zaldi Rahardian menerangkan berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan diperkirakan puncaknya sampai Maret 2025, di mana NTB termasuk wilayah waspada curah hujan tinggi dan awas curah hujan tinggi. “Kalau di Lombok Utara memang yang level siaga awas curah hujan tinggi itu di kecamatan Bayan dan Kayangan. Kemudian yang level waspada curah hujan tinggi itu di Pemenang, Tanjung dan Gangga,” ujarnya, Jumat (13/12).
Kewaspadaan masyarakat pun sangat diharapkan, mengingat ada beberapa kejadian yang sudah terjadi di KLU. Diantaranya ada pohon tumbang yang menyebabkan rumah warga rusak, kemudian angin kencang yang menyebabkan jatuhnya tower di puskesmas kayangan. “Paling tidak dengan kondisi ini, kita pemerintah bisa mengantisipasi kejadian-kejadian ini,”
Antisipasi lainnya, drainase yang ada di KLU diharapkan bisa dibersihkan dari tumpukan sampah, sehingga aliran air bisa lancar masuk sampai ke sungai dan tidak menyebabkan banjir. Menurut Zaldi, meskipun di dataran tinggi, beberapa wilayah KLU banyak yang sering tergenang lantaran saluran drainase yang tersumbat. Kondisi ini yang diharapkan menjadi perhatian bersama, termasuk oleh pemerintah di tingkat desa. “Di beberapa kecamatan juga memang tingkat kepadatan penduduknya tinggi, supaya di normalisasi dengan sistem gotong royong. Paling tidak dilakukan bersama-sama,” katanya.
Zaldy menambahkan, di Pusuk ada beberapa titik yang terjadi longsoran dan memang ini tiap tahun ketika curah hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga sedikit terganggu aktivitas dari masyarakat yang melalui jalan tersebut. Kendati demikian, dalam hal ini merupakan wewenang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk bisa melakukan normalisasi.
“Karena memang itu sangat mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan. Apalagi kalau pada saat hujan, segmentasi tanah ini menjadi licin. Kalau tidak berhati-hati bisa menyebabkan kecelakaan. Kita himbau masyarakat untuk lebih berhati-hati,” tandasnya. (dpi)

